Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Tuding Ada Kampanye Goyahkan Bangsa, Prabowo Wanti-wanti Bahaya 'Londo Ireng'

Tuding Ada Kampanye Goyahkan Bangsa, Prabowo Wanti-wanti Bahaya Londo Ireng
Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah ke-28 PKB bertema "Prabowonomics" di JCC, Jakarta, 23 Juli 2026. (tempo/imam sukamto)
Jum'at, 24 Juli 2026 07:39 WIB

JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diwarnai dengan pidato politik yang menyoroti campur tangan pihak asing. Dari atas podium Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis (23/7/2026) malam, ia membedah kemunculan kembali kelompok 'londo ireng' dalam format modern.

Prabowo membuka pernyataannya dengan jaminan bahwa kebebasan berpendapat di negara demokrasi seperti Indonesia tetap dijamin dan pemerintahannya terbuka terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap warga negara yang justru menjadi perpanjangan tangan bangsa lain.

Garis Bawahi Peran Pengamat dan LSM

"Itu yang dulu kita sebut 'londo ireng', yang ikut Belanda perang melawan kita. 'Londo-londo ireng' ini sampai sekarang masih ada," jelasnya.

Ia kemudian menyebutkan sejumlah profesi yang menurutnya kerap menjadi wadah bagi kelompok tersebut untuk bernaung. "Wartawan, jurnalis, pengamat, LSM," urainya.

Guna mempertanyakan independensi kelompok-kelompok tersebut, mantan Menteri Pertahanan itu menyinggung soal aliran dana operasional mereka. "Yang bayar listrikmu siapa, yang bayar HP-mu siapa?" tekannya.

Soroti Kampanye Pesimisme Publik

Lebih jauh, Prabowo menilai ada upaya sistematis lewat kampanye besar untuk menciptakan kepanikan dan menggoyahkan stabilitas bangsa. Indikatornya, kata dia, adalah rentetan ramalan kehancuran yang terus diproduksi namun tidak pernah terbukti di lapangan.

"Bulan April akan kolaps, eh April lewat, enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps, bulan Mei lewat, enggak kolaps. Bulan Juni akan kolaps, bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," paparnya mematahkan isu tersebut.

Tepat pada pukul 19.40 WIB sebelum pidato tersebut berlangsung, Prabowo yang datang mengenakan safari putih terlihat memasuki Plenary Hall bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengenakan kemeja batik coklat. Langkah keduanya diiringi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menyalami barisan tamu VVIP yang terdiri dari para ulama dan petinggi partai koalisi. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus
wwwwww