Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

RALB KOI 2026, Deputi Surono Bicara Tata Kelola Organisasi dan Pelatnas Jangka Panjang

RALB KOI 2026, Deputi Surono Bicara Tata Kelola Organisasi dan Pelatnas Jangka Panjang
Deouti Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Surono dan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Kemenpora)
Senin, 20 Juli 2026 20:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih gemilang di pentas dunia.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Surono pada Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang berlangsung di Lantai 16 Kantor KOI, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Kemenpora memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Komite Olimpiade Indonesia yang secara konsisten menjaga tata kelola organisasi melalui mekanisme Rapat Anggota Luar Biasa sebagai bagian dari implementasi prinsip good governance," ujar Deputi Surono yang hadir mewakili Menpora Erick Thohir.

Menurut Deputi Surono, momentum rapat ini penting untuk memastikan setiap keputusan organisasi berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama, sehingga mampu menjaga stabilitas, soliditas, dan kredibilitas Komite Olimpiade Indonesia.

"Pemerintah percaya, ketika tata kelola organisasi berjalan baik, kolaborasi semakin kuat, dan seluruh insan olahraga bersatu, maka prestasi Indonesia di panggung dunia akan semakin dekat untuk kita raih bersama," kata Deputi Surono.

Untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober, SEA Games Malaysia 2027, dan Olimpiade Los Angeles 2028, Surono menekankan bahwa kolaborasi, sinergi, dan kerjasama antara pemerintah,KOI, cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang semakin kuat dan berdaya saing.

"Peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Atlet berprestasi membutuhkan proses pembinaan yang panjang dan terstruktur mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningktan kualitas teknik, hingga penguatan mental bertanding," tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenpora mendorong Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang khususnya 21 cabang olahraga unggulan yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade didukung pendanaan multi years.

"Khusus dalam menghadapi Asian Games 2026 yang kini memasuki fase persiapan semakin pendek. Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di Asian Games," harapnya.

"Semoga keputusan-keputusan yang dihasilkan nanti semakin memperkuat organisasi, mempererat kolaborasi, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan prestasi olahraga Indonesia yang lebih gemilang di tingkat regional, kontinental, hingga Olimpiade," pungkasnya. ***

wwwwww