Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Kakanwil Imigrasi Banten Cek Penguatan Pencegahan TPPO di Kanim Cilegon

Kakanwil Imigrasi Banten Cek Penguatan Pencegahan TPPO di Kanim Cilegon
Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron Ichsan. (Foto; Kanwil Imigrasi Banten)
Kamis, 16 Juli 2026 00:09 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
CILEGON - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron Ichsan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Banten, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan keimigrasian, kesiapan sarana dan prasarana, serta memperkuat arah kebijakan pelayanan publik di lingkungan Imigrasi Banten.

Dalam kunjungan itu, Barron didampingi jajaran pejabat struktural Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten. Mereka disambut Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, bersama jajaran pejabat struktural.

Peninjauan dilakukan pada berbagai fasilitas pelayanan, mulai dari ruang layanan paspor, ruang tunggu pemohon, loket pengambilan dokumen, layanan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA), hingga fasilitas yang diperuntukkan bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak.

Selain memantau layanan utama, Barron juga meninjau gedung lama Kantor Imigrasi Cilegon. Menurutnya, pengelolaan aset negara harus tetap dilakukan secara tertib agar mampu memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Dalam arahannya kepada jajaran pegawai, Barron menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas yang memadai.

Profesionalisme, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh layanan keimigrasian di wilayah Banten berjalan sesuai standar pelayanan publik yang berkualitas," kata Barron dalam siaran pers, tadi malam.

"Fasilitas yang baik harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, responsif, dan memiliki integritas tinggi sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian," ujarnya.

Ia juga meminta seluruh satuan kerja terus mengembangkan inovasi pelayanan, termasuk melalui program PASPORIA dan Eazy Passport, yang dinilai mampu memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Di bidang pengawasan keimigrasian, Barron mendorong optimalisasi pemeriksaan on board checking, yakni pemeriksaan keimigrasian secara langsung di atas kapal, untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di wilayah kerja yang memiliki aktivitas pelabuhan internasional.

Menurut dia, aspek pelindungan warga negara juga harus menjadi perhatian utama. Karena itu, program Desa Binaan Imigrasi (PIMPASA) perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa agar masyarakat memperoleh edukasi mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

"Pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan. Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan bersama pemerintah desa, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara legal dan risiko yang muncul apabila menggunakan jalur nonprosedural," bebernya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, menyatakan kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

"Arahan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia," jelas Aditya.

"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," ia menuturkan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan melalui evaluasi berkala, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memastikan setiap satuan kerja mampu menerapkan standar pelayanan publik secara konsisten.

Dengan dukungan sarana yang memadai, pengawasan yang efektif, dan aparatur yang profesional, Kantor Imigrasi Cilegon diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Cendekia, Balai Kota, Binawidya
wwwwww