Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
56 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
53 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
50 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Kampus

Kecam Aksi Bakar-Bakar Pasca-Pemilu, Presiden Prabowo Tegaskan Pemimpin Penghasut Sebagai Pengkhianat

Kecam Aksi Bakar-Bakar Pasca-Pemilu, Presiden Prabowo Tegaskan Pemimpin Penghasut Sebagai Pengkhianat
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 13 Juli 2026 08:46 WIB

JAKARTA - Stabilitas keamanan nasional dan kedewasaan politik menjadi prasyarat utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang cerah. Para pemimpin politik diwajibkan memberikan edukasi yang sejuk kepada simpatisan tanpa memicu perpecahan.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan hal tersebut saat berpidato dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Kecaman Terhadap Tindakan Anarkis

Kompetisi pemilu berkala dinilai sebagai sebuah pertandingan persahabatan yang lazim. Karena itu, segala bentuk tindakan anarkis akibat ketidakpuasan hasil pemilu sangat tidak dibenarkan.

"Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," kata Prabowo Subianto.

Pelajaran Penting dari Pengalaman Kompetisi

Sikap menghargai pemenang pemilu merupakan budaya luhur bangsa yang harus dipertahankan. Pola instan lewat jalur demonstrasi anarkis dinilai merugikan kepentingan umum.

  • * Rekam Jejak Bertanding: Mengikuti lima kali kontestasi pilpres dengan catatan empat kali belum berhasil tidak membuat loyalitas terhadap negara luntur.
  • * Kepatuhan Hukum: Tidak pernah mengeluarkan instruksi perusakan atau pengerahan massa secara anarkis kepada para pendukung.
  • * Penghormatan Rival: Memilih hadir langsung dalam upacara pelantikan rival politik untuk memberikan penghormatan tertinggi.

"Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," paparnya.

Konsolidasi Ekonomi dan Sektor Publik

Fokus pemerintah kini diarahkan pada perbaikan taraf hidup masyarakat dan pembersihan sektor usaha milik negara yang selama ini rawan kebocoran anggaran.

Langkah penertiban dilakukan dengan menyatukan lebih dari seribu BUMN menjadi satu kekuatan ekonomi baru bernilai 1 triliun dolar AS untuk membentuk dana kedaulatan raksasa global.

"BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi. Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi saya bicara dari dulu. Hei para koruptor sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh. Hentikan. Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik," tambahnya.

Rakyat saat ini membutuhkan rasa keadilan, kesejahteraan nyata, fasilitas sekolah bermutu, serta jaminan gaji yang layak bagi guru, dokter, hingga perawat. Keyakinan akan kebangkitan Indonesia di bawah pemerintahan baru tetap berjalan optimistis, di mana gerakan koperasi diakui sebagai keluarga dekat yang konsisten menemani perjalanan politik. Ajakan gotong royong dan persatuan nasional diserukan secara terbuka, sementara elemen yang meragukan masa depan bangsa dipersilakan berdiam diri di rumah atau pindah ke negara lain. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww