Tatapan Pemilu 2029, Bahlil Minta Kader Golkar Hentikan Politik Kepiting
![]() |
| Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. |
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi Pemilihan Umum atau Pemilu 2029. Ia menuntut agar seluruh jajaran menghindari politik kepiting dan terus bersatu demi membesarkan partai berlambang pohon beringin, Minggu (12/7/2026).
Misi Melampaui 102 Kursi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil membeberkan bahwa tahun ini Golkar mendapatkan 102 kursi DPR RI. Dia ingin angka tersebut mengalami lonjakan yang signifikan pada pemilu yang akan datang lewat kerja sama seluruh kader.
"Kita harus tetap kompak, melakukan konsolidasi dan seluruh kekuatan dan energi positif. Kita harus rapikan untuk menyongsong Pileg di tahun 2029," ucap Bahlil.
Sindiran Politik Kepiting
Demi menjaga ritme mesin politik, Bahlil menyoroti pentingnya kebersamaan dan membuang jauh-jauh budaya saling menghambat atau yang diistilahkan sebagai politik kepiting.
"Tau kepiting? Satu naik, ramai-ramai kasih turun atau tunggu di tikungan. Kalau seperti itu kapan partai kita besar? Enggak bisa. Tidak ada partai yang survive tanpa kekompakan, tanpa kesolidan," tuturnya.
Tolak Dikotomi Kader
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil kembali menegaskan bahwa Partai Golkar bukanlah milik satu atau dua orang, melainkan dikuasai langsung oleh rakyat Indonesia.
"Golkar ini yang punya ya rakyat. Karena itu di Golkar tidak pernah ada persoalan-persoalan dikotomi. Tidak perlu mempertentangkan antara kau dari mana dan saya dari mana," katanya.
"Golkar adalah partai yang inklusif. Golkar bukan partai yang eksklusif. Golkar bukan partai yang dimiliki oleh satu kelompok orang tertentu, dan Golkar juga bukan dimiliki oleh keluarga tertentu. Tetapi pemilik saham Partai Golkar adalah seluruh rakyat Indonesia yang menjadi kader Partai Golkar," tutupnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Parlemen |








