Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Sita Emas 74 Kg dan Uang Triliunan, Kepolisian Obrak-abrik 13 Lokasi Koruptor Kakap, Jampidsus Bantah Terlibat

Sita Emas 74 Kg dan Uang Triliunan, Kepolisian Obrak-abrik 13 Lokasi Koruptor Kakap, Jampidsus Bantah Terlibat
Polri sita ratusan kg emas dan uang asing dalam penggeledahan terkait kasus korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. (dok. ist)
Jum'at, 10 Juli 2026 13:48 WIB

JAKARTA - Gebrakan besar dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya dalam mengusut 3 kasus korupsi yang merugikan perekonomian negara hingga Rp5 triliun. Harta senilai ratusan miliar rupiah dan puluhan kilogram emas berhasil disita dari jaringan pelaku.

Adapun perkara yang ditangani meliputi korupsi tata kelola pasokan batu bara di PT PLN (Persero) yang menjadi biang kerok pemadaman listrik di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Jabodetabek. Penyidikan juga mencakup pengelolaan dana PT Asabri (Persero) dan PT Jiwasraya periode 2020-2025, korupsi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) pelunasan utang PT CBS kepada PT KNI.

Dukungan Moral dari Istana dan Jampidsus

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh terhadap langkah tegas aparat penegak hukum ini.

"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian," urai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini," jelasnya.

"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," paparnya.

Dalam kesempatan berbeda, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menepis isu miring yang mengaitkannya dengan Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Sempat beredar kabar ia akan mundur menyusul pengamanan oleh aparat TNI di rumahnya, namun hal itu dibantah keras di Gedung Jampidsus yang juga merupakan Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (10/7/2026).

"Sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di media sosial, seperti di Cipete, ya," kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

"Sesama rekan penegak hukum, tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas, dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat," sambungnya.

“Kami menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Jampidsus, menghormati setiap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku," urainya.

“Sesama penegak hukum tentunya saling mendukung agar perkara ini menjadi terang dan dapat dijelaskan kepada masyarakat,” tegasnya lagi.

“Kita tunggu bagaimana hasil penyelidikannya, sehingga semuanya menjadi jelas,” ungkapnya.

Ia menyatakan akan terus mempercepat penyelesaian perkara hukum lainnya.

"Jadi hingga saat ini, saya, masih pagi tadi menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara yang memang waktunya singkat, yang terbatas di waktu penanganan," jelasnya.

"Sehingga perintah itu tadi sudah kita jabarkan untuk memprioritaskan mana-mana perkara yang menjadi perhatian masyarakat untuk bisa segera kita berkas dan kita sidangkan," paparnya.

“Setiap perkara akan diuji kebenaran materiil dan formilnya di persidangan,” ujarnya.

Brankas Jumbo dan 7 Koper Barang Bukti

Tim gabungan melakukan penyitaan uang tunai pada Rabu (8/7/2026) di Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Barbuk meliputi 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, dan Rp259.159.000 dengan total ekuivalen mendekati Rp60 miliar.

Langkah selanjutnya mengarah ke sebuah hunian di Perumahan Bogor Golf Hijau, Sentul, Kab. Bogor. Di lokasi ini, polisi menemukan ruangan brankas di lantai dua yang ditutupi dinding bermotif kayu warna cokelat.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800, kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," jelas Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Hingga kini, status pemilik properti tersebut masih diselidiki.

"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," urai Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.

"Tadi sudah dijelaskan, nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan," jelasnya.

Polisi melibatkan ahli kunci asal Ciawi Bogor untuk menembus pengamanan berlapis brankas tersebut.

"Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelepon suruh datang ke sini, suruh bantu katanya ada kerjaan suruh bongkar brankas," kata Ahli kunci Roy.

"Istimewa itu brankasnya. Perkiraan harganya Rp 20 jutaan lebih. Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu," paparnya.

"(Di dalam) langsung aja, gerak cepat, langsung digurinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan," urainya.

"Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu, Pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan," sambungnya.

"Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan nggak masuk," ungkapnya.

Mobilisasi Barbuk dan 13 Titik Geledah

Kendaraan taktis difungsikan untuk mengangkut 7 koper barang bukti pada pukul 05.00 WIB. Seluruh koper mendarat di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pukul 10.20 WIB, dengan label yang menunjukkan isi:

  • * Koper 2. 25 Batang Emas 1 KG
  • * KOPER 3: 26.700 dua puluh enam ribu tujuh ratus lembar pecahan USD 100
  • * 2.400 lembar pecahan SGD 1.000
  • * 16 lembar pecahan SGD 100

Polisi memastikan operasi ini menyasar jaringan akar kejahatan ekonomi yang membahayakan negara.

"Ini bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan," urai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," jelasnya.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," paparnya.

Tercatat ada 13 lokasi berbeda tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang diacak-acak petugas, termasuk lokasi ke-13 yakni sebuah rumah toko (ruko) kosong kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Daftar 12 lokasi lainnya meliputi:

  • 1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat;
  • 2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara;
  • 3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat;
  • 4. Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan;
  • 5. Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan;
  • 6. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan;
  • 7. Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan;
  • 8. Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan;
  • 9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan;
  • 10. Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan;
  • 11. Rumah Sdri. MILDK, Apartemen Pacific Place;
  • 12. Rumah di Sentul, Kab. Bogor.
***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww