KPK Tahan Mantan Sekjen MPR Terkait Gratifikasi Belasan Miliar
![]() |
| Mantan Sekjen MPR, Maruf Cahyono. |
JAKARTA - Kasus dugaan penerimaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR memasuki babak baru. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR periode 2019-2021, Maruf Cahyono (MC) keluar dari ruang pemeriksaan mengenakan rompi oranye tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tersangka diduga menerima aliran dana gratifikasi yang jumlahnya mencapai Rp17 miliar. Terkait detail konstruksi perkara dan proses penahanan ini, KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.
Pemeriksaan Enam Jam dan Borgol Besi
Penyidik memeriksa Maruf selama enam jam lebih. Usai pemeriksaan, ia tampak berjalan menuju mobil tahanan KPK dengan kondisi tangan terborgol besi.
"Sudah dimintai banyak informasi, jadi saya menjelaskan supaya terang semuanya," urai Maruf kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis sore (9/7/2026).
Tabel Kronologi Pemeriksaan Maruf Cahyono
Waktu Kejadian | Tindakan KPK |
Jumat (20/6/2025) | Pengumuman resmi penyidikan baru kasus gratifikasi Setjen MPR. |
Kamis (3/7/2025) | Pengumuman status tersangka untuk Maruf Cahyono. |
Kamis (25/6/2026) | Pemeriksaan Maruf Cahyono dalam kapasitas sebagai saksi. |
Kamis sore (9/7/2026) | Pemeriksaan sebagai tersangka dan penahanan resmi.*** |
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Cendekia |











