Kemhan Hapus Materi Militer bagi Peserta Program Koperasi Desa
![]() |
| Latsarmil calon manajer KDMP/KNMP. (Foto: Antara/Fakhri Hermansyah) |
JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan penyesuaian signifikan terhadap program pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam pasca-kematian lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa status calon manajer sebagai komponen cadangan (Komcad) telah dibatalkan. Fokus pelatihan kini beralih pada pembentukan karakter dan kompetensi manajerial.
"Tempat pembelajaran dan pendidikan tetap di 67 satuan pendidikan tersebut, cuma waktunya saja yang berubah. Itu terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Pihaknya menjelaskan, setelah dua pekan pelatihan bela negara, peserta akan dibekali materi manajerial. Calon manajer Koperasi Merah Putih akan menerima kurikulum pengelolaan koperasi, sementara peserta dari Kampung Nelayan Merah Putih mendapatkan pelatihan sektor perikanan dari kementerian teknis terkait.
"Jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka," tambahnya mengenai penekanan pada aspek kedisiplinan.
Perubahan ini merupakan upaya kementerian untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelatihan yang relevan dengan tugas pembangunan yang akan mereka jalankan di lapangan, tanpa menyertakan elemen taktik militer yang sebelumnya sempat direncanakan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Opini |











