Hari Bhayangkara ke-80, Polri Fokus Perkuat Institusi dan Layanan Publik
![]() |
| Penata Kehumasan Utama Polri Tk II Brigjen Pol. Dicky Sondani. (Foto: Humas Polri) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Penata Kehumasan Utama Polri Tk II Brigjen Pol. Dicky Sondani mengatakan tema "Polri untuk Masyarakat" menjadi arah kebijakan institusi agar seluruh fungsi kepolisian berorientasi pada kepentingan publik.
"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, menegakkan hukum secara profesional, serta memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat," papar Dicky dalam keterangan persnya.
"Kami ingin Polri terus berkembang menjadi institusi yang semakin Presisi, adaptif, dan terbuka terhadap berbagai masukan," lugasnya.
Menurut dia, usia ke-80 menjadi fase penting bagi Polri untuk memperkuat profesionalisme sekaligus mempercepat transformasi organisasi agar mampu menjawab perubahan lingkungan strategis, termasuk perkembangan teknologi informasi.
Salah satu langkah yang terus dikembangkan ialah perluasan layanan publik berbasis digital melalui Call Center 110, SKCK Online, serta berbagai kanal pengaduan masyarakat yang dirancang untuk memberikan pelayanan secara cepat, mudah, dan transparan.
Di bidang penegakan hukum, Polri juga memperkuat kemampuan penanganan kejahatan siber melalui pembentukan Direktorat Siber di sejumlah kepolisian daerah, peningkatan kemampuan forensik digital.
Kemudian kerja sama internasional dalam penanganan tindak pidana lintas negara, seperti perjudian daring, pinjaman online ilegal, hingga kejahatan seksual berbasis digital.
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran pemerintah, TNI, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurut Dicky, kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa pemeliharaan keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara negara dan masyarakat.
"Ke depan, Polri akan terus membangun institusi yang profesional, humanis, menghormati hak asasi manusia, serta mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.
Tema "Polri untuk Masyarakat", menurut Dicky, sekaligus menjadi komitmen bahwa reformasi institusi akan terus diarahkan pada penguatan kepercayaan publik melalui pelayanan yang akuntabel dan penegakan hukum yang berkeadilan. ***











