Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
57 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Parlemen

Dugaan Intimidasi Dokter Icha di IGD RS Leona Diselidiki Golkar

Dugaan Intimidasi Dokter Icha di IGD RS Leona Diselidiki Golkar
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji
Rabu, 01 Juli 2026 19:17 WIB

JAKARTA – Partai Golkar tengah memproses laporan dugaan intimidasi yang melibatkan kadernya, Therensius Lazakar terhadap mendiang dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha. Pihak partai menegaskan komitmennya untuk berlaku adil dalam menyikapi peristiwa yang merenggut nyawa tenaga medis tersebut.

Sekjen Partai Golkar, Sarmuji menjelaskan bahwa DPD Partai Golkar NTT kini tengah merampungkan laporan pemanggilan terhadap Therensius. Hal ini disampaikan Sarmuji di Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Partai menekankan pentingnya pembuktian apakah intimidasi tersebut benar terjadi dan apakah tindakan itu menjadi pemicu utama dr Icha mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. "Kita mesti tahu benar apakah benar ada tindakan seperti itu, tindakan intimidasi, dan apakah tindakan intimidasi itu benar kemudian menyebabkan seseorang mengambil keputusan seperti yang kemarin," tegasnya.

Apabila hasil investigasi internal menemukan pelanggaran, Sarmuji memastikan sanksi akan dijatuhkan sesuai dengan tingkat kesalahannya. "Kalau memang kader kami salah, kami tidak akan tolerir, kami pasti akan berikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya," sambungnya.

Peristiwa ini bermula saat dr Icha sedang menjalankan tugas di IGD RS Leona Kefamenanu, TTU, NTT. Kala itu, korban sedang merawat pasien anak yang merupakan keponakan dari Therensius Lazakar. Dua oknum DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, mendatangi lokasi dan diduga melontarkan kata-kata dengan nada keras kepada korban.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Parlemen
wwwwww