Blak-blakan, Elite PDIP Sebut Safari Jokowi Bentuk Ambisi Kekuasaan Menuju 2029
![]() |
| Jokowi saat disambut simpatisan di Lampung. |
JAKARTA - Suhu politik Tanah Air kembali menghangat pasca Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan kritik menohok terhadap safari daerah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pergerakan mantan presiden tersebut dipandang murni sebagai ambisi melanggengkan kekuasaan menuju Pemilu 2029.
Pernyataan tegas ini dilontarkan dari Jakarta oleh Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, Senin (29/6/2026), yang menyoroti manuver mantan kadernya tanpa rasa khawatir akan penurunan suara partai.
Bantahan Dampak Elektoral
Guntur Romli menepis anggapan bahwa sosok Jokowi memiliki pengaruh besar bagi raihan kursi PDIP di parlemen. Ia membeberkan bukti historis kemandirian partai berlambang banteng tersebut.
"Pada Pemilu 2014, PDIP sudah menang Pileg sebelum Jokowi menjadi presiden. Pada 2019, saat Jokowi menjabat presiden, suara PDIP hanya naik sekitar 1 persen. Sementara pada Pemilu 2024, PDIP tetap menjadi pemenang Pileg meski berseberangan dengan Jokowi. Artinya, Jokowi tidak memberikan dampak elektoral bagi PDIP," jelas Juru Bicara PDIP, Guntur Romli.
Ia bahkan mengkritisi barisan loyalis yang saat ini mengelilingi mantan pemimpin negara itu.
"Banyak yang bergabung dengan Jokowi berasal dari partai lain, misalnya NasDem, atau dari kalangan yang memiliki persoalan hukum," tambahnya.
Sorotan Tajam Kampanye Dini
Lebih jauh, lawatan yang dilakukan Jokowi dituding sebagai langkah awal menyelamatkan posisi politik Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka serta memperkuat basis Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
"Safari politik itu merupakan curi start kampanye menuju Pemilu 2029 dan menunjukkan ambisi kekuasaan dinasti Jokowi," ungkapnya.
Menurutnya, pergerakan ini berpotensi memunculkan dinamika baru dengan Presiden, Prabowo di masa mendatang.
"Karena Jokowi sudah curi start kampanye 2029, silakan juga ditanyakan tanggapan partai-partai lain dan Presiden Prabowo. Kunjungan politik Jokowi itu tidak hanya untuk PSI yang dipimpin Kaesang, tetapi juga untuk kepentingan Gibran pada Pilpres 2029, yang kemungkinan besar tidak lagi menjadi pasangan Prabowo," paparnya.
Agenda Tiga Hari di Lampung
Kritik PDIP ini mencuat bertepatan dengan lawatan daerah pertama Jokowi pasca purnatugas. Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026), dengan tujuan akhir Provinsi Lampung.
Mengenakan kemeja dan topi khas partai berlambang mawar, ia tak segan memamerkan atribut tersebut di ruang publik sebelum terbang.
"Ya saya pakai saja. Baju dan topi ini dikirimkan oleh Mas Kaesang," sebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Rencananya, ia akan menghabiskan waktu selama tiga hari di Lampung untuk serangkaian pertemuan strategis dengan relawan serta jajaran pengurus partai tingkat daerah.
"Rundown kegiatan sudah disusun, baik oleh relawan maupun PSI," terangnya.
Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah mematangkan konsolidasi agar PSI memiliki fondasi pergerakan yang solid di akar rumput.
"Saya ingin memberikan semangat dan pesan kepada kader agar struktur organisasi PSI segera lengkap sehingga bisa berkembang menjadi mesin politik yang besar," pungkasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |











