Purbaya Buka Suara Soal Restitusi Pajak: Data Buktikan Realisasi Justru Naik Drastis
![]() |
| Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbicara saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (foto: antara/bayu saputra) |
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa isu kemacetan restitusi pajak tidak memiliki dasar yang kuat. Berdasarkan data internal Kementerian Keuangan, realisasi pengembalian kelebihan pajak tahun ini justru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
"Itu sebetulnya tidak betul. Karena restitusi yang keluar sekarang sudah lebih tinggi dibanding tahun lalu dalam periode yang sama," papar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Perbandingan Data
Purbaya memaparkan data performa restitusi sebagai bukti percepatan pelayanan pemerintah:
- Realisasi 4 Bulan: Sudah mencapai sekitar Rp160 triliun.
- Perbandingan Waktu: Tahun lalu, angka ini baru tercapai dalam waktu sembilan bulan.
- Proyeksi Tahunan: Jika dihitung secara proporsional, total restitusi bisa menembus Rp500 triliun, dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp360 triliun.
Peringatan Terhadap Oknum
Meski data menunjukkan kinerja positif, Purbaya tetap menyoroti adanya dugaan kecurangan oleh oknum pejabat pajak dan wajib pajak. Ia mengendus adanya perusahaan yang tidak memiliki aktivitas bisnis jelas, namun memanipulasi keadaan untuk mendapatkan restitusi.
"Ada yang belum bayar PPN tapi bisa dapat restitusi duluan lewat skema dipercepat. Itu jelas karena ada kongkalikong," ujarnya.
Ia menekankan, pihak-pihak yang menggiring opini mengenai lambatnya restitusi kemungkinan besar adalah mereka yang terganggu kenyamanannya karena adanya penertiban skema tersebut. ***







