Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
54 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
51 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
48 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Cendekia

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Selama 10 Jam Tanpa Penahanan

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Selama 10 Jam Tanpa Penahanan
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR, Ma'ruf Cahyono usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Jum'at, 26 Juni 2026 12:37 WIB

JAKARTA - Setelah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka selama 10 jam, eks Sekretaris Jenderal MPR, Ma'ruf Cahyono diizinkan pulang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/6/2026). Ia terlihat berjalan keluar meninggalkan Gedung Merah Putih di Jakarta tanpa penahanan fisik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menegaskan bahwa agenda pemeriksaan berpusat pada penelusuran skema pengadaan barang dan jasa.

"Tapi tentunya ini berkaitan dengan bukti-bukti yang juga sudah didapatkan oleh penyidik, untuk dikonfirmasi lagi, diperkuat lagi bukti-bukti tambahannya, bagaimana proses mekanisme dari pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di MPR RI, juga terkait dengan dugaan penerimaan uang yang dilakukan oleh saudara MC tersebut," ujar Budi kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Terkait keputusan belum menahan tersangka, Budi menerangkan bahwa proses hukum masih membutuhkan penyempurnaan barang bukti pendukung.

"Ya tentunya memang masih dibutuhkan proses-proses penyidikan, pengumpulan bukti-bukti tambahan, supaya nanti betul-betul firm, betul-betul kuat, untuk kemudian dilakukan tahap 2, atau limpah di penuntutan," urainya.

Sementara itu, eks Sekretaris Jenderal MPR, Ma'ruf Cahyono menjelaskan bahwa penyidik hanya menanyakan hal-hal mendasar terkait fungsinya saat menjabat.

"Ya ditanya baru identitas, kan baru pertama (pemeriksaan), jadi baru ditanya-tanya tentang tugas," sebut Ma'ruf.

Kasus dugaan gratifikasi ini diperkirakan mencapai nilai Rp17 miliar, namun Ma'ruf membantah adanya pertanyaan ke arah angka tersebut.

"Nggak, nggak nyampe kaya gitu tadi, maksudnya gak nyampe pertanyaan kaya gitu," tandasnya.

Sebagai bentuk sikap koperatif, ia siap menanti arahan selanjutnya dari penyidik lembaga antirasuah.

"Belum tu, belum ada (jadwal pemanggilan lagi), saya nanti nunggu ngikutin aja, pokoknya kita patuh aja," sambung dia.

Status hukum Ma'ruf Cahyono sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa ini sendiri telah resmi disandang dan diumumkan KPK pada 3 Juli 2025.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Cendekia
wwwwww