KAI Sebut Jadi Penghubung Pelabuhan hingga Pusat Ekonomi di Hari Pelaut Sedunia
![]() |
| Kereta Api Indonesia. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Di tengah karakter Indonesia sebagai negara kepulauan, kereta api dinilai menjadi mata rantai penting yang menghubungkan pelabuhan dengan kota, kawasan industri, destinasi wisata, hingga pusat distribusi logistik.
Momentum Hari Pelaut Sedunia yang diperingati setiap 25 Juni menjadi pengingat bahwa sistem transportasi nasional tidak hanya bergantung pada jalur laut, tetapi juga membutuhkan integrasi antarmoda agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang berjalan efisien.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan perjalanan masyarakat di Indonesia hampir selalu melibatkan keterhubungan antara moda laut dan darat.
"Sebagai negara kepulauan, perjalanan masyarakat sering kali berlanjut dari kapal menuju kereta api atau sebaliknya," kata Anne dalam keterangan pers, Jumat (26/6).
"Kereta api hadir sebagai penghubung yang memastikan konektivitas antarpulau tidak terputus ketika masyarakat melanjutkan perjalanan menuju pusat ekonomi, kawasan industri, maupun destinasi wisata," jelasnya.
KAI mencontohkan Stasiun Merak di Banten sebagai simpul transportasi yang terintegrasi dengan Pelabuhan Merak. Melalui layanan Commuter Line Rangkasbitung–Merak, hampir 1,98 juta pelanggan telah dilayani sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Di ujung timur Pulau Jawa, Stasiun Ketapang juga menjadi penghubung penting menuju Pelabuhan Ketapang yang melayani penyeberangan ke Bali. Selama lima bulan pertama tahun ini, stasiun tersebut melayani 320.232 pelanggan.
Sementara itu, mobilitas di kawasan pelabuhan perkotaan juga terus meningkat. Jalur Commuter Line Tanjung Priok–Jakarta Kota tercatat melayani 1.468.660 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026, memperlihatkan tingginya kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan pelabuhan sekaligus pusat aktivitas ekonomi ibu kota.
Di Semarang, dua stasiun utama yakni Semarang Tawang dan Semarang Poncol melayani lebih dari 3,16 juta pelanggan, sedangkan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung mencatat 322.451 pelanggan pada periode yang sama.
Tak hanya mengangkut penumpang, KAI juga memainkan peran penting dalam distribusi logistik nasional. Selama Januari hingga Mei 2026, volume angkutan barang mencapai 26,48 juta ton, didominasi batu bara, peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), semen, hasil perkebunan, hingga komoditas ritel.
Menurut Anne, keberadaan kereta api memberikan kepastian kapasitas dan jadwal distribusi sehingga mendukung kelancaran rantai pasok nasional. "Distribusi yang lancar tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan barang dan mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah," ujarnya.
Secara keseluruhan, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Anne menegaskan, konektivitas Indonesia dibangun melalui kolaborasi berbagai moda transportasi. Pelaut menjaga jalur laut, pelabuhan menjadi pintu gerbang antarpulau, sementara kereta api memastikan perjalanan masyarakat dan distribusi barang tetap berlanjut hingga ke berbagai wilayah di daratan. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Kampus, Pasar & Niaga, Binawidya |








