BEM Universitas Bung Karno Diguncang Isu Penerimaan Uang Jelang Demonstrasi
![]() |
| Rektor UBK Sri Mumpuni Ngesti Rahaju (tengah) didampingi Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda (kiri) memberikan keterangan ihwal dugaan suap demonstrasi BEM UBK di Kampus UBK, Jakarta, 23 Juni 2026. (foto: tempo/andi adam faturahman) |
JAKARTA - Rekaman video pengakuan penerimaan dana jelang demonstrasi Tata Ulang Indonesia memicu polemik. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno dipastikan menerima kucuran uang sebesar Rp20 juta sesaat sebelum turun ke jalan.
Pemberian dana tersebut bermaksud meredam pergerakan massa agar tidak mendatangi kawasan Istana Negara. Sang pemberi yang merupakan alumnus menitipkan uang tersebut melewati perantara aparat kepolisian.
"Pengakuan Ketua BEM FH UBK, saudara Abdi, mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta dari senior yang diserahkan melalui aparat kepolisian," ungkap Wakil Rektor III Universitas Bung Karno, Daniel Panda, Selasa (23/6/2026).
Hasil penelusuran internal kampus menunjukkan penerimaan terjadi pada dini hari menjelang unjuk rasa, Senin (15/6/2026). Mahasiswa diminta memindahkan target aksi ke depan Gedung DPR, MPR, dan DPD demi mengamankan situasi ibu kota.
Meskipun aliran dana tersebut masuk ke kantong mahasiswa, arah pergerakan massa tetap berpusat ke Istana Negara. Uang suap tersebut justru telah dinikmati untuk kepentingan pribadi dan didistribusikan ke sejumlah pengurus.
"Rp 2,5 juta ke dua alumnus, Rp 2 juta ke Wakil saya, 2 juta ke Mubarak, dan 2 juta ke BEM FE UBK," tambah Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, dalam rekaman yang beredar.
Dalam aksinya, perwakilan mahasiswa mendapat kesempatan berdialog selama 60 menit bersama Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa menuntut perbaikan berbagai kebijakan nasional dan memberikan ultimatum keras.
"Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," ucap Muhammad Abdimaludin usai mediasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.***











