Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Rincian Harta Kerajaan, Raja Charles Cetak Sejarah Transparansi

Rincian Harta Kerajaan, Raja Charles Cetak Sejarah Transparansi
Raja Charles III
Minggu, 21 Juni 2026 14:19 WIB

JAKARTA - Raja Charles III kembali menjadi perbincangan terkait pengelolaan kekayaan pribadinya dari aset bersejarah Lancaster. Demi memperkuat transparansi, informasi tagihan pajak pribadi Raja Charles akan dirilis Kamis (25/6/2026), mencatatkan namanya sebagai penguasa pertama dalam sejarah Inggris yang membuka data tersebut ke publik.

Kekayaan Lancaster merupakan portofolio raksasa berisi tanah, properti, dan investasi yang memberikan pendapatan tahunan sebesar 26,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 630,6 miliar sepanjang periode 2024-2025. Angka ini berada di luar dana tahunan Sovereign Grant yang dikucurkan Departemen Keuangan Inggris khusus untuk operasional tugas resmi.

Meski meraup pemasukan luar biasa, hukum Inggris sebenarnya menyatakan raja dan ratu tidak memiliki kewajiban membayar pajak penghasilan, pajak keuntungan modal, maupun pajak warisan. Sikap sukarela untuk membayar dua pajak pertama diinisiasi oleh mendiang Ratu Elizabeth II sejak 1993. Tradisi ini dijaga oleh Raja Charles, yang rutin mengungkap beban pajaknya saat masih bergelar Pangeran Wales sebelum naik takhta 2022.

Dorongan untuk lebih terbuka ini muncul akibat sorotan masyarakat terhadap Britania Raya menyusul skandal yang melibatkan sang adik. Pangeran Andrew diketahui menjalin relasi dengan pelaku kejahatan seksual AS, Jeffrey Epstein.

Temuan auditor pemerintah bulan lalu makin memperburuk pandangan publik. Pangeran Andrew terbukti menarik keuntungan dari sewa pondok-pondok, tetapi ia sendiri hanya membayar "sewa simbolis" untuk menempati sebuah rumah mewah selama lebih dari dua dekade.

"Keputusan untuk melakukan hal tersebut sebagai Raja/Raja telah diambil atas keinginan langsung Raja sendiri, sebagai bagian dari adaptasi yang dilakukan sejak naik takhta," papar Juru Bicara Istana Buckingham, Minggu (21/6/2026).

"Tujuan kami adalah untuk menjelaskan semua elemen keuangan kerajaan dengan cara yang semakin meningkatkan kejelasan dan aksesibilitas, sekaligus menempatkannya dalam konteks historis dan konstitusionalnya," ungkap Juru Bicara Istana Buckingham.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Kuliner
wwwwww