Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Rincian Aliran Dana Ratusan Juta Rupiah Kasus Korupsi Bupati Muara Enim

Rincian Aliran Dana Ratusan Juta Rupiah Kasus Korupsi Bupati Muara Enim
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjawab pertanyaan awak media di lobby gedung KPK, Kuningan, Jaksel, Selasa (5/5/2026).
Jum'at, 19 Juni 2026 11:50 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan secara rinci rute perjalanan uang pelicin dalam skandal pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Aliran dana ratusan juta rupiah tersebut diketahui mengalir melalui berbagai perantara sebelum akhirnya sampai ke tangan petinggi daerah dan pemeriksa keuangan.

"Di mana sebesar sekitar Rp100 juta untuk AGG (Angga) dan Rp100 juta untuk MYN (Mulyono) sebagai perantara pertemuan di Jakarta. Sementara sejumlah sekitar Rp300 juta diserahkan oleh ABN ke Sumatera Selatan, yang di antaranya untuk EDS," urai Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Penyaluran dana ilegal ini bermula dari pengadaan smart board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim tahun anggaran 2025. PT Millenium Solusi Abadi (MSA) yang bertindak sebagai pemasok untuk PT MY Icon Technology (MIT) diduga menyetor sejumlah uang kepada Bupati Muara Enim, Edison sebagai tanda terima kasih dan ijon proyek.

Untuk menelusuri lebih dalam jejak aliran dana tersebut, penyidik kembali melakukan pemeriksaan saksi. Pegawai PT MSA, Santi Dwi Astuti dipanggil untuk memberikan keterangan terkait perkara yang membelit kepala daerah tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," terang Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Uang suap dari PT MSA ternyata tidak berhenti di kantong kepala daerah. Sebagian dana diduga diserahkan oleh Bupati Muara Enim, Edison kepada pejabat BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari guna mengubah hasil audit laporan keuangan Pemkab Muara Enim.

KPK telah menetapkan empat tersangka untuk kasus pengadaan barang, yaitu Bupati Muara Enim, Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim, Abi Nurwardani, Marketing PT MSA, Cory Erin Hardi, dan keponakan Edison, Adi Triyadi. Sementara itu, kasus suap pengondisian audit menjerat lima tersangka yang terdiri dari pihak swasta, Augusz Dewanggara, Pengendali Teknis BPK Perwakilan Sumsel, Titin Rita Lestari, Bupati Muara Enim, Edison, Marketing PT MSA, Cory Erin Hardi, dan Direktur PT MSA, Fika. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww