Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Viral Video Kekerasan ART Indonesia, Empat Pelaku di Malaysia Terancam Hukuman

Viral Video Kekerasan ART Indonesia, Empat Pelaku di Malaysia Terancam Hukuman
Malaysia (Foto: Unsplash / Esmonde Yong)
Senin, 15 Juni 2026 07:13 WIB

KUALA LUMPUR - Kasus kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia di Malaysia kembali menyita perhatian publik. Kepolisian Johor Bahru bergerak cepat menangkap empat orang majikan setelah video penganiayaan terhadap seorang WNI beredar luas di berbagai platform media sosial seperti Threads dan Facebook.

Penangkapan ini merupakan respons atas tindakan keji pelaku yang menginterogasi dan memukul korban secara berulang kali. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan terhadap pekerja migran, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.

Pentingnya Peran Layanan KSATRIA

Kasus ini mencuat setelah korban berinisial YY melaporkan nasibnya ke layanan KSATRIA KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026. Laporan tersebut mengungkap bahwa kekerasan juga dialami oleh dua rekannya, YA dan SH.

Terkait status ketiga WNI tersebut, pihak KJRI memberikan keterangan tambahan mengenai kondisi mereka.

"Ketiganya diketahui bekerja di Malaysia secara non-prosedural dan tidak memiliki izin kerja yang sah, serta paspor mereka juga masih dipegang pemberi kerja," jelas pihak KJRI Johor Bahru.

Komitmen Perlindungan WNI

Pihak KJRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Dengan melibatkan kepolisian setempat, diharapkan seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Saat ini, fokus utama adalah pemulihan kondisi korban dan memastikan keselamatan mereka selama proses hukum berjalan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww