Perjanjian Amerika Serikat Bersama Iran Sah Kebebasan Pelayaran Selat Hormuz Terjamin
![]() |
| Bendera Uni Emirat Arab. (Anadolu Agency) |
JAKARTA - Pemerintah Uni Emirat Arab menyambut positif terobosan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah diplomatik ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi penghentian konflik berkepanjangan yang merugikan banyak pihak di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab melalui pernyataan resmi yang dilansir media Yeni Safak, Senin (15/6/2026), menekankan urgensi ketaatan seluruh pihak terhadap ketentuan perjanjian. Kepatuhan ini menjadi instrumen utama untuk memastikan permusuhan benar-benar dihentikan secara menyeluruh.
Pemerintah di Abu Dhabi menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hubungan bertetangga yang baik harus dikedepankan. Pemulihan kawasan juga menuntut komitmen penuh terhadap hukum internasional.
"Lalu lintas maritim yang aman dan tanpa gangguan di jalur pelayaran internasional merupakan faktor penting bagi stabilitas ekonomi serta perdagangan global," urai pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab.
Secara khusus, perlindungan jalur pelayaran komersial menjadi sorotan utama. Kebebasan navigasi di perairan strategis Selat Hormuz harus mendapat jaminan berkelanjutan seiring dengan pelaksanaan teknis kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Apresiasi turut dilayangkan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta berbagai pihak yang berperan aktif dalam memfasilitasi proses mediasi ini. Dialog dan perundingan lanjutan terus didorong untuk memperkuat hasil yang telah dicapai demi menjaga arsitektur perdamaian jangka panjang.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negosiasi telah mencapai titik temu untuk mengakhiri perselisihan militer yang memanas selama beberapa bulan terakhir. Kesepakatan krusial ini mencakup penghentian operasi di berbagai front konflik.
"Perjanjian ini mencakup penghentian konflik termasuk di wilayah Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta berakhirnya blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran," papar Trump.
Kemajuan proses perdamaian tersebut membuka ruang bagi pemulihan kondisi geopolitik Timur Tengah. Penandatanganan kesepakatan ini memberikan angin segar bagi negara-negara yang menggantungkan stabilitas ekonomi pada keamanan jalur perdagangan internasional dan pasokan energi global.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Kuliner |











