Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tuduh Amerika Serikat Sering Perlambat Proses, Iran Enggan Buru-buru Sahkan Memorandum Kesepakatan

Tuduh Amerika Serikat Sering Perlambat Proses, Iran Enggan Buru-buru Sahkan Memorandum Kesepakatan
Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran. (Foto: Antara/Anadolu).
Minggu, 14 Juni 2026 22:32 WIB

JAKARTA - Dialog internasional untuk meredakan situasi geopolitik di Timur Tengah belum menemui titik temu yang sah. Iran menegaskan draf memorandum kesepakatan bersama Amerika Serikat tidak akan langsung disetujui tanpa pertimbangan yang matang dari para ahli.

Teheran memilih mengabaikan batas waktu psikologis yang sempat dilemparkan oleh para pemimpin dunia ke media massa.

"Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan," ungkap sumber internal negosiasi kepada kantor berita Fars, Minggu (14/6/2026).

Sikap Tegas Teheran Hadapi Tekanan Opini Global

Negosiasi ini menjadi sorotan tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim pada platform Truth Social, Sabtu (13/6) bahwa kesepakatan akan diteken, Minggu. Pendapat itu diperkuat Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif selaku mediator yang menyebut target penyelesaian 24 jam.

Namun, situasi riil di internal Iran menunjukkan kondisi sebaliknya lewat fakta berikut:

  • * Review Berlapis: Draf regulasi wajib melewati pengkajian politik, hukum, dan teknis oleh para pengambil keputusan.
  • * Penolakan Jadwal Kilat: Iran memastikan penandatanganan tidak akan terjadi, Minggu (14/6/2026), melainkan mundur dalam beberapa hari ke depan.
  • * Hambatan Birokrasi: Iran menuding balik Amerika Serikat sebagai pihak yang sering memperlambat proses akibat sikap yang tidak konsisten.

Fokus Utama Perjanjian Bilateral

Kendati berjalan alot, cetak biru diplomasi yang dijembatani Pakistan ini tetap diarahkan pada penyelesaian konflik besar.

Target utamanya adalah pemulihan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, peredaman konflik Washington-Teheran, hingga kepastian hukum operasional program nuklir Iran secara global. Atas dasar kepentingan besar itulah, para pejabat Iran enggan gegabah mengambil keputusan akhir. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww