Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

'Berdasarkan Permintaan dan Koordinasi', Kapuspen TNI Terangkan Sinergi Pengamanan Demo di Jakarta Pusat

Berdasarkan Permintaan dan Koordinasi, Kapuspen TNI Terangkan Sinergi Pengamanan Demo di Jakarta Pusat
Barikade aparat TNI-Polri menahan ribuan mahasiswa yang hendak menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakpus, Jumat (12/6/2026). (Foto: Inilah.com/ M. Harris Muda)
Minggu, 14 Juni 2026 22:07 WIB

JAKARTA - Langkah Mabes TNI menerjunkan prajurit untuk mengamankan demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6) dilakukan atas koordinasi dan kebutuhan resmi di lapangan. Kehadiran militer tersebut dipastikan tidak keluar dari koridor hukum.

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas menerangkan bahwa seluruh personel bergerak di bawah payung hukum tugas perbantuan kepada kepolisian.

"Pengerahan TNI adalah perbantuan kepada Polri yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan dilaksanakan berdasarkan permintaan serta koordinasi antarinstansi," urai Nas, Minggu (14/6/2026).

Awal Mula Polemik Jalur Demonstrasi

Situasi memanas ketika berbagai elemen mahasiswa menggelar aksi long march menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Jalur pergerakan massa yang terjaga ketat oleh aparat memicu reaksi langsung di lokasi kejadian.

Fakta-fakta yang berkembang seputar peristiwa ini antara lain:

  • * Sorotan Massa: Peserta aksi mengkritik barisan personel TNI yang dianggap menghalangi laju pergerakan mereka di jalan raya.
  • * Kesan Intimidatif: Rekaman warga terkait pengadangan tersebut viral di media sosial dan memancing respons negatif warganet yang menganggap penjagaan terlalu ketat.

Sikap Terbuka Militer Terhadap Kritik

Merespons polemik dan kritik tersebut, Brigjen Nas menyatakan bahwa TNI tidak menutup mata terhadap dinamika opini yang berkembang di tengah publik. Pihaknya tetap terbuka terhadap evaluasi serta pandangan masyarakat.

"Kami menghormati berbagai pandangan yang berkembang," ungkapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww