Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
8 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Trump Perintahkan Serangan Tambahan, Iran Siap Bertempur Hingga Nafas Terakhir

Trump Perintahkan Serangan Tambahan, Iran Siap Bertempur Hingga Nafas Terakhir
Ilustrasi dampak perang AS-Iran. (Foto: Anadolu)
Kamis, 11 Juni 2026 13:30 WIB

JAKARTA - Kawasan Timur Tengah kembali membara akibat siklus saling serang antara militer Amerika Serikat (AS) dan Iran. Puncaknya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menetapkan 18 titik aset militer AS di wilayah Kuwait dan Bahrain sebagai sasaran tembak.

Keputusan agresif ini diambil menyusul serangan AS yang menargetkan wilayah Iran selatan sebelumnya.

Melalui keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026), IRGC secara terbuka membidik pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber yang berlokasi di Kuwait, serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.

Hujan Drone Targetkan Armada Kelima

Militer Iran bergerak cepat membuktikan ancamannya. Berbagai drone tempur telah diluncurkan untuk menyasar keberadaan Armada Kelima AS di kawasan tersebut.

Laporan militer Iran memastikan gempuran mereka berhasil merusak sistem Patriot serta melumpuhkan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima AS di Bahrain.

Pasukan Iran juga menegaskan komitmen mereka untuk terus melawan tekanan musuh "hingga nafas terakhir". Mereka memastikan tidak akan menghentikan serangan balasan hingga seluruh kerugian yang dialami terbayar lunas.

Selat Hormuz Menjadi Titik Didih

Ancaman paling serius datang dari Komandan Angkatan Udara IRGC, Seyed Majid Mousavi. Ia memastikan Timur Tengah akan berubah menjadi "neraka" bagi pasukan AS apabila kawasan Selat Hormuz terus diganggu.

Pernyataan bernada keras ini disebarluaskan oleh Mehr News Agency, Kamis dini hari waktu setempat.

"Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran," ujar Seyed Majid Mousavi memberikan peringatan.

Titah Langsung dari Gedung Putih

Di pihak Washington, serangan balasan Iran direspons dengan tindakan militer terukur. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi peluncuran serangan tambahan terhadap sejumlah target strategis di Iran, Rabu (10/6/2026).

Serangan yang diklaim sebagai bentuk pertahanan diri ini dieksekusi langsung atas perintah Presiden AS, Donald Trump.

"Pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan pada hari ini pada pukul 17.15 ET (Kamis, 04.15 WIB) terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi," beber pihak CENTCOM melalui platform X.

Konfirmasi serupa datang dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth saat memberikan keterangan di MacDill Air Force Base, Tampa. Ia menjelaskan bahwa target sasaran operasi mencakup "fasilitas-fasilitas utama" negara tersebut.

Ia turut menggarisbawahi bahwa operasi militer ini dirancang untuk memberikan dampak yang "kuat dan jelas."

"Komando Pusat akan sangat sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan bahwa kami akan menyerang Iran dengan keras, dan itulah yang akan kami lakukan," sambung Pete Hegseth menegaskan instruksi presiden. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww