Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Gelar OMIA 2026 di Bali, NOC Indonesia Dorong Gaya Hidup Aktif Sejak Dini

Gelar OMIA 2026 di Bali, NOC Indonesia Dorong Gaya Hidup Aktif Sejak Dini
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Ileague.id)
Kamis, 11 Juni 2026 19:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akan menggelar Olympic Movement in Action (OMIA) 2026 di kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai Olimpiade sekaligus mendorong gaya hidup aktif sejak usia dini.

Berbeda dengan pendekatan konvensional, OMIA mengedepankan konsep partisipatif, di mana peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga mencoba langsung berbagai olahraga, mengikuti coaching clinic, hingga berinteraksi dengan atlet dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa OMIA merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun fondasi olahraga Indonesia dari level akar rumput.

“OMIA adalah bentuk nyata komitmen kami untuk membawa Olympic Movement lebih dekat ke masyarakat. Kami ingin generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal olahraga, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai Olimpiade dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

“Melalui OMIA, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya sehat dan aktif, tetapi juga memiliki karakter kuat, yang ke depan bisa menjadi bagian dari masa depan olahraga Indonesia di level dunia,” tambahnya.

OMIA merupakan festival olahraga berbasis pengalaman yang dirancang untuk menghadirkan interaksi langsung antara masyarakat, khususnya generasi muda, dengan berbagai cabang olahraga, atlet, serta nilai-nilai Olimpiade seperti excellence, friendship, dan respect. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Komisi Sport for All NOC Indonesia yang dijalankan secara berkelanjutan.

Okto menambahkan, OMIA menjadi platform penting dalam membangun kedekatan antara olahraga dan generasi muda Indonesia.

“Melalui OMIA, kami ingin menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal olahraga. Dari sini, kami berharap akan tumbuh minat, kebiasaan hidup aktif, hingga potensi lahirnya atlet-atlet masa depan Indonesia,” ujar Okto.

WartaPKU.com

Pada penyelenggaraan OMIA 2026, sebanyak enam cabang olahraga akan diperkenalkan, yakni tenis meja, break dance, skateboard, panahan, tinju, cricket, dan squash serta padel sebagai cabang ekshibisi. Kegiatan ini akan melibatkan pelajar, komunitas, keluarga, hingga masyarakat umum, dengan target partisipasi ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Rangkaian kegiatan dalam OMIA mencakup multisport trial zone, sport discovery, coaching clinic, talkshow bersama atlet, hingga berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk membangun pengalaman olahraga yang menyenangkan dan berkesan.

Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia, Ismail Ning, menambahkan bahwa OMIA menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“OMIA bukan sekadar event, tetapi gerakan untuk membangun budaya olahraga di masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter dan kebersamaan,” ujar Ismail Ning.

Tidak hanya berfokus pada olahraga, OMIA juga mengusung semangat keberlanjutan melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk edukasi pengelolaan sampah dan kampanye gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan tidak terlepas dari posisinya sebagai ikon pariwisata Indonesia yang dikenal dunia, sekaligus menjadi representasi kuat dari konsep sport tourism yang menggabungkan olahraga, budaya, dan pengalaman destinasi.

Melalui OMIA 2026, NOC Indonesia berharap dapat memperluas jangkauan Olympic Movement di Indonesia, memperkuat keterlibatan generasi muda, serta menciptakan ekosistem olahraga yang lebih inklusif, edukatif, dan berkelanjutan. ***

wwwwww