Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

PSG Cetak Sejarah Klub Prancis, Enrique: Lawan Arsenal Sangat Sulit

PSG Cetak Sejarah Klub Prancis, Enrique: Lawan Arsenal Sangat Sulit
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026 terasa lebih sulit dan spesial dibandingkan musim sebelumnya. (Foto: UEFA)
Minggu, 31 Mei 2026 05:50 WIB
JAKARTA – Keberhasilan mempertahankan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026 menjadikan Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique sejajar dengan pelatih legendaris Zinedine Zidane dan Pep Guardiola. Skuad Les Parisiens mengunci trofi "Si Kuping Besar" usai menundukkan Arsenal lewat drama adu penalti 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026).

Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai kemenangan melawan Arsenal jauh lebih sulit dibandingkan saat menaklukkan Inter Milan di final musim lalu.

"Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal," tegas Pelatih PSG, Luis Enrique.

Sejarah mencatat laga ini sebagai partai final ke-13 yang ditentukan melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Dua penendang Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya, sehingga kegagalan tunggal dari Pemain PSG, Nuno Mendes tidak menghalangi pesta kemenangan tim asal Paris tersebut.

Torehan sejarah baru pun tercipta malam itu. PSG menjadi tim kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun, menyamai rekor yang sebelumnya hanya dipegang oleh Real Madrid pada rentang 2016 hingga 2018.

Tidak hanya mengangkat pamor klub sebagai tim Prancis pertama yang menjuarai turnamen ini dua kali berturut-turut, kemenangan ini juga memperkokoh reputasi Enrique. Dengan koleksi tiga trofi, Enrique sah bersanding dengan pelatih elite Eropa seperti Bob Paisley dan Carlo Ancelotti. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Mimbar Bertuah
wwwwww