Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
10 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Pattimura International Big Fight 2026

Sunan Menang TKO, Noldy Menang Angka Lawan Petinju Thailand

Sunan Menang TKO, Noldy Menang Angka Lawan Petinju Thailand
Sunang Agung Amoragam saat menjatuhkan petinju Thailand, Nathha Phong Nu pada ronde ketiga di Pattimura International Big Fight 2026. (Foto: Maluku Barat Daya Promotion)
Sabtu, 30 Mei 2026 22:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dua petinju andalan Indonesia, Sunan Agung Amoragam dan Noldi Mahakane,  mampu memetik kemenangan atas lawan-lawannya dari Thailand pada Kejuaraan Tinju Profesional Pattimura International BIG Fight 2026 yang berlangsung di  Studio LPPTVRI Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2026) malam.

Dalam duel gengsi tinju antara Indonesia dan Thailand itu Sunan Agung Amoragam tampil mengesankan di kelas super bantam (55,3 kg) sehingga membuat tidak berkutik Nathha Phong Nu yang merupakan juara nasional Negeri Gajah Putih. Dari delapan ronde pertarungan, Sunan sudah mampu menghentikan perlawanan Nathha Phong Nu di rone ketiga dengan kemenang TKO.

Atas sukses itu Sunan meraih Piala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Sedangkan Noldi Mahakane yang berlaga di kelas bulu (57,1 kg) harus bertarung delapan ronde untuk mengatasi perlawanan Phirawat Panthong yang juga berstatus sebagai juara nasional Thailand.

Lewat perjuangan menguras tenaga, Noldy yang mantan juara PABA dan WBC Asia, membukukan kemenangan angka mutlak atas Phirawat Panthong.

Sementara itu dalam dua partai lainnya yang mempertemukan duel antarpetinju Indonesia, Refly Manake dan Iwan Kei Ngabalin berhasil menorehkan kemenangan atas lawan-lawannya.

Tampil di kelas super bantam (55,3 kg) dalam 4 ronde, Refly Manake menang TKO ronde ke3 atas Albert Mondome. Kemudian di kelas ringan (61,2 kg) Iwan Kei Ngabalin menang angka mutlak atas Kristian Malindo Rigiredjo.

Usai pertandingan Sunan mengatakan, kemenangan yang diraih merupakan hasil dari persiapan yang dilakukannya sejak bulan Februari. Menurutnya, persiapan sudah maksimal sehingga bisa ditunjukkan dengan kemenangan TKO atas lawannya.

“Saya latihan di HS Boxing Ciseeng bersama dengan pelatih Kamanit, pelatih pelatnas. Saya gabung dengan anak-anak pelatnas Perbati buat persiapan di pertandingan ini di Patimura Big Fight ini,” kata Sunan.

Tentang rencana ke depannya, Sunan menyatakan tergantung manajernya Alando, selaku Ketua Perbati DKI Jakarta. “Nanti dia mengarahkan saya mau main di mana, saya tinggal mengikuti saja,” katanya.

WartaPKU.com Sunan saat melepaskan pukulan.
Sunan saat melepaskan pukulan.

Secara terpisah, pemilik HS Boxing Camp, Hengky Silatang mengucapkan terimakasih kepada promotor Nikolas Johan Kilikily yang telah memberikan kesempatan Sunan tampil.

"Terimakasih Bung Niko atas kesempatan yang diberikan kepada Sunan. Terimakasih juga telah datang ke sasana HS Boxing Camp bersama pelatih Vicky Van Room melihat latihan Sunan dan memberikan masukan. Kolaborasi inilah yang membuat Sunan tampil luar biasa," kata Hengky yang juga menjabat Sekjen PERBATI.

Janjikan Kejuaraan PABA Atau IBO

Sementara itu promotor kejuaraan, Nikolas Johan Kilikily mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa oleh karena rahmatNya petinju Indonesia bisa menang melawan petinju Thailand. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat karena hasil ini juga tidak luput daripada doa seluruh bangsa Indonesia.

“Yang kedua, terima kasih juga untuk para sponsor, juga pemerintah Indonesia mulai dari pusat sampai ke daerah Maluku, maupun Maluku Utara yang sudah mendukung acara ini dan tak lupa juga Ketua Umum GRIP yang bukan cuma peduli terhadap sosial tetapi juga peduli terhadap olahraga tinju. Makanya ketua umum men-support pertandingan ini dan malam hari ini kita lihat bahwa ketua umum GRIP juga dari awal sampai akhir beliau menonton sampai selesai, karena beliau selalu Merah Putih jadi kita syukuri,” katanya.

Agenda berikutnya Niko berjanji bahwa di tahun depan bulan Agustus akan menggelar kejuaraan minimal PABA atau IBO. “Kalau ini waktunya sangat singkat sekali, cuma dua bulan saya dikasih waktu untuk jadi promotor jadi sangat singkat sekali,” tegasnya.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyatakan Patimura International Big Fight 2026 adalah event tinju profesional dan amatir dalam rangka memperingati hari Pahlawan Nasional Patimura yang ke-209.

“Diselenggarakan oleh Maluku Barat Daya Promotion oleh Bung Niko Kilikili dan dengan Pak Pembina Promotor Pak Borlak dan teman-teman. Sebagai pemerintah provinsi saya mengapresiasi kolaborasi dan kerja sama ini yang memungkinkan event tinju ini bisa berlangsung malam ini. Saya juga berkesempatan melihat petinju-petinju asal Maluku dan Maluku Utara yang bertanding dan mereka menang dalam pertarungan. Dan saya berharap ini akan memulai prestasi yang lebih gemilang lagi atau lebih baik lagi di masa depan,” katanya.

WartaPKU.com

Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa Maluku khususnya dan Indonesia pernah punya kejayaan di masa lalu dengan keberhasilan Ellyas Pical menjadi juara dunia. Dia berharap akan muncul Elly-elly baru dan event-event seperti ini merupakan kesempatan terbaik bagi para petinju untuk mengukur prestasi.

Sebagai pemerintah provinsi Maluku dia akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan olahraga yang baik seperti ini. Dia juga berharap di masa depan Pattimura International Big Fight 2026 ini tidak hanya berlangsung di Jakarta bisa juga diselenggarakan di Ambon.

“Karena kita tahu di Maluku dan Maluku Utara itu ada begitu banyak para petinju-petinju yang berbakat. Mereka hanya membutuhkan panggung dan event untuk menunjukkan prestasi terbaik mereka. Saya kira demikian dan sekali lagi terima kasih kepada pihak penyelenggara dan juga teman-teman yang telah membuat event ini menjadi terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Umum GRIP, H Hercules menyatakan hari ini memang sangat luar biasa. Dia mengapresiasi petinju Indonesia yang sangat luar biasa dan menang semua.

“Kita bangga karena petinju Indonesia ini, termasuk petinju membawa nama Indonesia di mata internasional seperti Cris John, Daud Jordan, termasuk juga Noldi Manakane ini memang Petinju dia sudah agak tua, tapi dia dulu masih muda, kita sering nonton dan dia momen pertolongannya sangat mematikan tetapi hari ini dia juga mengalahkan Petinju Thailand dengan non-mutlak kita perlu memberi apresiasi dan dengan bangga,” tandasnya. ***

wwwwww