Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
54 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
51 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
48 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Kampus

Pemerintah Jamin Kompor tak Perlu Diganti Saat Peralihan ke CNG

Pemerintah Jamin Kompor tak Perlu Diganti Saat Peralihan ke CNG
Sabtu, 30 Mei 2026 14:31 WIB
JAKARTA – Rencana substitusi LPG 3 kilogram dengan Compressed Natural Gas (CNG) terus dimatangkan oleh pemerintah. Kebijakan konversi energi rumah tangga ini diproyeksikan mampu menyelamatkan uang negara hingga Rp32,1 triliun dengan memangkas subsidi LPG sebesar 30 hingga 40 persen.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman menyatakan Indonesia akan mencatatkan diri sebagai pengguna pertama CNG kemasan 3 kilogram di dunia. Sebuah peta jalan yang komprehensif tengah disusun agar masa peralihan tersebut tidak menyulitkan masyarakat.

"Nantinya, tabung CNG 3 kg menggunakan teknologi tabung tipe 4 yang berbahan serat fiber. Penggunaan CNG ini pertama kali, tantangannya banyak, seperti kata Menteri Bahlil Lahadalia. Kita nggak akan berhasil, kalau nggak pernah menghadapi tantangan itu," papar Laode, Sabtu (30/5/2026).

Ia menegaskan teknologi tabung yang disiapkan sangat revolusioner. Material serat fiber yang digunakan memastikan tabung tetap aman menampung gas bertekanan tinggi meskipun ukurannya diperkecil.

"Jadi tabungnya kita bikin tipe 4, memang belum pernah ada di dunia. Untuk menggantikan setara LPG 3 kilogram. Yang sudah ada setara LPG 12 kilogram ke atas. Itupun baru dipakai," sambungnya.

Langkah strategis ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pasokan impor LPG yang mencapai 7 juta ton per tahun. Memaksimalkan pemanfaatan produksi gas alam lokal akan menekan porsi subsidi energi dalam APBN 2026 yang secara keseluruhan menyedot dana hingga Rp210,1 triliun.

"Setelah dihitung-hitung, masih tetap diperlukan subsidi namun berkurang 30 sampai 40 persen. Karena CNG ini punya kita sendiri, dibanding kita harus impor," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, dipastikan masyarakat tidak perlu repot membeli dan mengganti kompor baru. Bentuk katup sudah disesuaikan persis dengan standar tabung melon sebelumnya.

"Ide awalnya, itu harus sama dengan LPG 3 kilogram nggak boleh berbeda. Nanti kalau berbeda, ibu-ibunya merasa keberatan, nanti. Masyarakat tidak perlu mengganti kompor," tuturnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww