Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Masuk Daftar Sepuluh Perusahaan Manipulasi Ekspor CPO, Wilmar Angkat Bicara

Masuk Daftar Sepuluh Perusahaan Manipulasi Ekspor CPO, Wilmar Angkat Bicara
Ilustrasi (net)
Jum'at, 29 Mei 2026 14:05 WIB
JAKARTA – Dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang melibatkan sepuluh perusahaan besar langsung mendapat respons dari Wilmar International Limited. Korporasi tersebut menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang meski belum menerima surat penyelidikan secara resmi.

Pernyataan sikap ini diumumkan oleh manajemen untuk merespons langkah pemerintah yang sedang membidik perusahaan-perusahaan perkebunan atas indikasi kecurangan faktur ekspor.

"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Namun, kami sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran mereka," jelas manajemen Wilmar International Limited melalui pengumuman di Bursa Singapura, Jumat (29/5/2026).

Pihak perusahaan memastikan akan menjaga transparansi informasi bagi para pemegang saham terkait perkembangan isu under invoicing dan transfer pricing ekspor sawit ini.

"Ketika kami menerima pemberitahuan resmi bahwa Wilmar sedang diselidiki atas dugaan under-invoicing dan transfer pricing ekspor, kami akan memberikan pembaruan kepada pasar sesuai dengan hal tersebut," sambungnya.

Kabar mengenai manipulasi faktur perdagangan ekspor ini sebelumnya dibeberkan oleh otoritas keuangan negara. Terdapat sepuluh nama perusahaan besar yang dicurigai memainkan nilai ekspor guna menghindari pajak, termasuk Wilmar dan Musim Mas Group.

"Itu udah betul. Dua-duanya betul," ucap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenko Perekonomian, Selasa (26/5/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyebutkan indikasi keterlibatan PT Salim Ivomas Pratama Tbk dalam kasus tersebut. Meskipun demikian, ia menepis keterlibatan perusahaan lain seperti PT Cargill Indonesia dan First Resources Limited. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww