Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Catatan Penyelenggaraan Haji, Dari Sukses Transportasi Hingga Evaluasi Rujukan Medis

Catatan Penyelenggaraan Haji, Dari Sukses Transportasi Hingga Evaluasi Rujukan Medis
Petugas membantu mendorong kursi roda jemaah haji lansia saat proses keberangkatan di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (17/04/2026). (Doc tahun 2025).
Kamis, 21 Mei 2026 17:50 WIB

JAKARTA – Lamanya proses administrasi rujukan darurat jemaah dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia menuju rumah sakit di Arab Saudi menjadi sorotan utama Tim Pengawas Haji DPR. Penanganan medis bagi jemaah lanjut usia dinilai masih membutuhkan perbaikan sistem agar lebih cepat tanggap.

Anggota Timwas Haji DPR, Rieke Diah Pitaloka, menemukan fakta bahwa antrean pemeriksaan jemaah saat jam sibuk masih sangat panjang.

"Jumlah tenaga medis perlu ditambah saat puncak kedatangan," kata Rieke, Kamis (21/5/2026).

Edukasi kesehatan mengenai risiko dehidrasi dan kelelahan juga gagal menjangkau seluruh jemaah, terutama mereka yang memiliki keterbatasan bahasa. Di area penginapan, Rieke mendapati minimnya fasilitas pendukung seperti kursi roda, pegangan kamar mandi, hingga jalur ramp yang dibutuhkan lansia.

Meski memberikan kritik tajam pada sektor pelayanan lansia, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mencatat sejumlah kemajuan luar biasa dalam penyelenggaraan tahun ini.

Jemaah reguler kini bisa menikmati fasilitas hotel bintang lima di area Markaziyah.

"Sebelumnya hanya untuk jemaah khusus. Ini lompatan signifikan," tegasnya.

Rekor baru juga tercipta di bagian imigrasi. Tidak ada satu pun penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor oleh KJRI Jeddah, dibarengi dengan durasi kedatangan di Bandara Madinah yang hanya memakan waktu di bawah dua jam.

Keselamatan jemaah berisiko tinggi saat puncak haji berhasil dijaga berkat penerapan program Murur dan Tanazul yang ampuh mengurai kepadatan di Muzdalifah.

"Empat, transportasi. Bus antarkota, bus shalawat 24 jam, dan bus masyair beroperasi sesuai jadwal dengan petugas yang sigap," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Kuliner, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww