Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
20 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
23 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
41 menit yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
30 menit yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Home  /  Berita  /  Kampus

Putar Dana APBN di Pasar Obligasi, Purbaya Optimis Rupiah Terkendali

Putar Dana APBN di Pasar Obligasi, Purbaya Optimis Rupiah Terkendali
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Selasa, 19 Mei 2026 16:34 WIB
JAKARTA – Guna meredam fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memutar dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2 triliun per hari di pasar obligasi.

Langkah taktis ini diwujudkan lewat pengaktifan Bond Stabilization Fund (BSF) atau manajemen kas guna membantu Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs. Purbaya menepis anggapan bahwa pemerintah menggunakan mekanisme Bond Stabilization Framework yang menuntut keberadaan special purpose vehicle (SPV).

"Ada dua cara kita masuk, melalui framework maupun melalui cash management (BSF) kita sendiri. Ini baru cash management," kata Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Gelontoran dana APBN ini sudah merambah pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu. Namun, niat menyerap Surat Berharga Negara (SBN) secara maksimal belum tercapai karena realisasinya baru menembus Rp600 miliar akibat minimnya aksi jual dari investor global.

"Kemarin saja saya sudah targetkan serap Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar, artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali itu," sambungnya.

Intervensi pasar dengan target miliaran rupiah ini merupakan instruksi langsung yang sudah dirancang sebelumnya.

"Saya minta masuk Rp2 triliun setiap hari," bebernya saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).

Purbaya menilai perputaran uang di pasar obligasi ini sangat aman karena tidak menggerus kas negara, melainkan sekadar instrumen pencegah agar pasokan dolar domestik tetap stabil.

"Kan duitnya enggak hilang, cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi," urainya.

Stabilitas harga obligasi dipercaya menjadi faktor utama agar pemodal asing tidak melarikan dananya ke luar negeri.

"Kalau sentimen positif di situ (bond market), biasanya asing juga ikut masuk dan rupiah cenderung terkendali. Kenapa? Karena uangnya enggak keluar lagi. Yang asing enggak jual bond dan kabur keluar," jelasnya.

Manajemen kas ini turut diproyeksikan mampu mendongkrak ketertarikan pasar melalui potensi keuntungan dari selisih harga.

"Karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil, kalau memang yield-nya turun kita targetkan bisa turun. Kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain, jadi harusnya sih pasar bond kita menarik," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww