KUA Tak Sekadar Tempat Menikah Transformasi Ribuan Gedung Serap Dana Syariah
![]() |
| Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi |
JAKARTA - Upaya menghapus stigma di masyarakat mengenai fungsi Kantor Urusan Agama terus digenjot pemerintah melalui perombakan fasilitas fisik secara besar-besaran. Selama kurun waktu sembilan tahun terakhir, tercatat 1.758 gedung baru telah didirikan di berbagai wilayah menggunakan kucuran dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Proyek infrastruktur keagamaan yang bergulir sejak 2014 ini merupakan langkah taktis untuk mendongkrak kualitas sarana birokrasi kemasyarakatan. Selama ini, publik kerap mengerdilkan peran lembaga tersebut lantaran sering dianggap sebatas lokasi penyelesaian administrasi pernikahan semata.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi mengungkapkan bahwa tingginya ekspektasi masyarakat menjadi dorongan utama bagi otoritas terkait untuk segera membenahi fasilitas pelayanan secara nyata.
"Harapan publik terhadap layanan KUA sangat tinggi. Karena itu, penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik," ujar Ahmad Zayadi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pemerintah mengklaim pemanfaatan instrumen keuangan berprinsip syariat ini telah tersalurkan secara tepat sasaran. Melalui pembaruan fasilitas pendukung, ruang lingkup pelayanan publik yang ditawarkan kini menjangkau sektor yang jauh lebih luas dan inklusif.
Saat ini, warga dapat mengakses beragam keperluan mulai dari bimbingan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, pengelolaan instrumen wakaf dan zakat, pembinaan masjid, hingga urusan sosial keagamaan lainnya secara terpadu melalui sistem satu pintu. Peningkatan wujud bangunan secara masif ini dinilai sebagai bentuk adaptasi mutlak demi menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan birokrasi yang prima.
"Pembangunan KUA bukan hanya soal gedung, tetapi juga upaya menghadirkan layanan yang lebih representatif, nyaman, dan mudah diakses masyarakat," paparnya.***











