Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ribuan Bangunan Sipil dan Fasilitas Medis Hancur Imbas Konflik Iran

Ribuan Bangunan Sipil dan Fasilitas Medis Hancur Imbas Konflik Iran
Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (Foto: Antara/Anadolu/py)
Sabtu, 07 Maret 2026 04:38 WIB
JAKARTA – Rentetan serangan militer yang menyasar berbagai wilayah Iran membawa dampak kemanusiaan yang sangat berat bagi warga sipil. Kerugian terbesar dari eskalasi bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini tidak hanya berupa hancurnya infrastruktur, melainkan tingginya angka kematian di kalangan anak-anak.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyoroti realitas pahit di lapangan pascaserangan yang terus berlangsung sejak akhir Februari lalu. Tingginya persentase korban dari kelompok usia rentan menjadi perhatian utama di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.

"Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak," ungkap Fatemeh seperti disiarkan oleh stasiun televisi SNN, Jumat (6/3/2026).

Jumlah fatalitas warga sipil terus bertambah seiring upaya pencarian dan pendataan. Berdasarkan catatan resmi Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, Kamis (5/3/2026), total korban jiwa yang jatuh akibat gempuran tersebut telah menyentuh angka 1.230 orang.

Kehancuran ruang hidup masyarakat juga terjadi secara masif. Sebanyak 3.090 bangunan tempat tinggal dilaporkan rusak parah, memaksa ribuan keluarga kehilangan tempat bernaung. Sektor ekonomi lokal turut lumpuh setelah 528 toko hancur terdampak ledakan.

Sistem layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan warga di masa krisis ikut menjadi sasaran. Tercatat 13 fasilitas medis mengalami kerusakan, di mana sembilan lokasi di antaranya merupakan pos pelayanan milik organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran.

Konflik ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan ibu kota Teheran, Jumat (28/2/2026). Serangan mematikan tersebut langsung memicu aksi balasan. Iran mengerahkan kekuatan militernya untuk menyerang balik sejumlah wilayah di Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww