Tatap Muka Jarak Lima Meter Harimau Sumatera Kebingungan di Ladang Warga
![]() |
| Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). - (Dok Artha Graha Peduli) |
LUBUK BASUNG - Pertemuan menegangkan sekaligus tidak biasa terjadi antara warga Kecamatan Palupuh dengan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Berbeda dari insting liar pada umumnya, satwa buas tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda agresif dan justru sempat mendekati manusia dalam jarak yang sangat dekat.
Peristiwa bermula saat warga Tabuah-Tabuah, Nagari Pasia Laweh, Dedi Saputra, hendak menuju sawahnya, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Langkah pria berusia 35 tahun itu mendadak terhenti saat melihat sosok harimau berdiri mematung tak jauh dari hadapannya. Dedi bergegas memberi tahu Syafril yang saat itu sedang berada di kandang sapi.
Keduanya mencoba mengusir satwa tersebut, namun hewan itu hanya diam sejauh 15 meter dari lokasi kandang.
"Harimau kebingungan. Kami usir, tapi tidak pergi," ungkap Syafril.
Raja rimba itu dilaporkan bertahan mematung sekitar 20 menit sebelum akhirnya berjalan masuk ke lorong semak menuju hutan. Kemunculan ini rupanya bukan insiden pertama. Dua hari sebelumnya, satwa serupa juga menampakkan belangnya di kawasan Ladang Ateh saat warga tengah membersihkan kebun pisang.
Menindaklanjuti laporan interaksi tersebut, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh langsung turun ke lokasi untuk menelusuri jejak dan memasang camera trap (kamera jebak). Kejadian mengejutkan kembali terulang saat tim sedang bekerja. Harimau tersebut tiba-tiba muncul lagi di hadapan sembilan anggota tim.
"Ia mendekati kami, berjalan pelan, lalu menghindar," jelas Ketua Tim Pagari Pasia Laweh, Bambang Purnama.
Bambang menyebut jarak antara timnya dengan satwa buas tersebut hanya berkisar lima meter. Pengalaman berhadapan langsung tanpa penghalang ini membuat seluruh anggota tim berdiri terpaku hingga hewan itu kembali menghilang ke dalam rimbunnya kawasan hutan.
Merespons rentetan kemunculan ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengambil tindakan serius. Sedikitnya enam unit kamera pemantau telah dipasang tersebar di area Tabuah-Tabuah dan Ladang Ateh untuk memetakan pergerakan dan identitas satwa.
"Kami ingin memastikan apakah harimau dalam kondisi sakit atau tidak," terang Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra.
Perilaku harimau sumatera yang tidak menghindari manusia dinilai sangat janggal. BKSDA menduga kuat satwa tersebut sedang mengalami gangguan kesehatan atau disorientasi. Apabila hasil rekaman kamera mengonfirmasi kondisi kritis tersebut, petugas akan segera memasang kandang jebak guna mengevakuasi, mengobati, dan memulihkan sang harimau sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.
Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, masyarakat sekitar diminta untuk menekan aktivitas di sekitar titik kemunculan. Warga juga diimbau agar memastikan seluruh ternak berada di dalam kandang dan menyalakan perapian di sekitar lokasi peternakan sebagai langkah mitigasi dini.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai |








