Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Cinta Laura Bawa Cerita Pilu dari Aceh Usai Misi Kemanusiaan

Cinta Laura Bawa Cerita Pilu dari Aceh Usai Misi Kemanusiaan
Cinta Laura. (Instagram)
Selasa, 03 Maret 2026 01:32 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Cinta Laura Kiehl baru saja kembali dari Aceh setelah menjalankan misi kemanusiaan bersama yayasannya, Act of Love, dan WWF. Kunjungan tersebut bukan agenda seremonial, melainkan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana.

Cinta Laura mengaku hatinya teriris melihat para korban masih bertahan di tenda-tenda darurat dengan kondisi jauh dari layak. Hujan ringan saja disebut cukup membuat area pengungsian berubah menjadi kubangan lumpur.

“Yang membuat aku sangat sedih, hujan sedikit saja daerah tempat korban tinggal langsung penuh lumpur yang akhirnya mereka seret ke dalam tenda,” ujar Cinta Laura kepada awak media di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurut Cinta Laura, tenda darurat bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga menjadi ruang memasak, tempat anak-anak belajar, hingga ruang berkumpul keluarga. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari berlangsung dalam keterbatasan ekstrem.

Perhatiannya juga tertuju pada pendidikan anak-anak. Sekolah sementara disebut hanya berupa tenda tanpa listrik dan fasilitas memadai. Anak-anak belajar di lantai dengan pencahayaan terbatas, sementara sejumlah buku hanyut akibat bencana.

Di balik situasi sulit, Cinta justru tersentuh oleh sikap warga yang tetap bersyukur dan mampu tersenyum. Ia menilai daya tahan mental masyarakat menjadi pelajaran besar bagi banyak orang di kota besar.

“Walaupun kondisi kehidupan sulit sekali, mereka tetap bersyukur, tetap bisa tertawa. Itu menunjukkan kekuatan luar biasa,” tuturnya.

Bersama sejumlah pihak, termasuk Luna Maya dan WWF, Cinta mendorong percepatan rehabilitasi desa-desa terdampak yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni mendatang. Ia menekankan bahwa pemulihan Aceh membutuhkan dana besar dan waktu panjang.

“Untuk Aceh bisa kembali pulih butuh triliunan rupiah dan waktu bertahun-tahun. Kita nggak boleh berhenti membantu mereka,” katanya.

Cinta Laura pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan, baik melalui donasi maupun keterlibatan langsung, agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww