Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Sengkarut Data PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kini Bisa Urus Aktivasi Langsung di RS

Sengkarut Data PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kini Bisa Urus Aktivasi Langsung di RS
Ilustrasi (net)
Sabtu, 07 Februari 2026 06:00 WIB

JAKARTA – Masalah sinkronisasi data kemiskinan antara instansi pemerintah kembali memicu persoalan di lapangan. Puluhan pasien cuci darah dilaporkan sempat terlantar dan ditolak rumah sakit akibat status kepesertaan PBI BPJS Kesehatan mereka dinonaktifkan secara sepihak oleh sistem.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menanggapi serius fenomena ini. Ia menginstruksikan masyarakat yang terdampak untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna melakukan pengaktifan kembali status kepesertaannya.

"Bagi mereka yang belum aktif lagi, tinggal datang ke fasilitas kesehatan melakukan aktivasi lagi," ujar Dante, Jumat (6/2/2026).

Persoalan ini bermula dari langkah Kementerian Sosial yang melakukan pemutakhiran data penerima bantuan. Sayangnya, pembersihan data tersebut berdampak pada pasien kronis yang sedang menjalani pengobatan rutin. Akibatnya, akses medis yang seharusnya menjadi hak dasar warga miskin sempat terputus karena kendala administrasi.

Dante menjelaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Sosial kini memungkinkan pasien melakukan reaktivasi langsung saat membutuhkan tindakan medis darurat.

"Kami lakukan aktivasi pada mereka yang memang harus memerlukan cuci darah tapi BPJS-nya dinonaktifkan. Oleh Dinas Sosial boleh melakukan reaktivasi lagi," tuturnya.

Ia mengakui bahwa pembenahan data dilakukan karena ditemukan adanya penerima subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran. Namun, ia menekankan bahwa proses validasi tersebut tidak boleh mengabaikan keselamatan nyawa pasien yang sudah ada dalam sistem.

"Kami buat supaya data lebih bagus karena kami juga tidak mengapresiasi ada beberapa yang harusnya itu tidak menerima PBI tapi menerima PBI. Ini diharapkan yang menerima memang mereka yang layak mendapatkan jaminan," urai Dante.

Pihak kementerian mengklaim bahwa saat ini sebagian besar pasien yang terdampak sudah mendapatkan kembali hak layanannya. Rumah sakit juga diminta tetap mengutamakan tindakan medis bagi pasien cuci darah sembari proses administrasi berjalan.

"Sudah, sudah aktif, sudah mulai pengobatan lagi," tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Warga Bertuah, Kesehatan
wwwwww