Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Hiburan

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis
Bruce Springsteen. (Instagram)
Kamis, 29 Januari 2026 19:50 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Musisi legendaris Amerika Serikat, Bruce Springsteen, merilis lagu baru berjudul Streets of Minneapolis sebagai bentuk protes terhadap operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Lagu tersebut dirilis pada Rabu 28 Januari 2026 dan terinspirasi dari tewasnya dua warga, Renee Good dan Alex Pretti, dalam insiden terpisah yang melibatkan aparat ICE di Minneapolis sepanjang Januari ini.

Dalam pernyataan resminya, Bruce Springsteen mengatakan lagu itu ditulis pada Sabtu 24 Januari, direkam sehari setelahnya, dan langsung dirilis sebagai respons atas apa yang ia sebut sebagai “teror negara” di kota Minneapolis. Lagu tersebut ia dedikasikan untuk warga Minneapolis, komunitas imigran, serta untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Good.

Lewat liriknya, Streets of Minneapolis menggambarkan situasi mencekam di kota tersebut, termasuk kritik keras terhadap ICE yang disebut sebagai “tentara pribadi Presiden Donald Trump” di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Bruce Springsteen secara langsung menyebut nama kedua korban dalam lagunya, menegaskan pesan kemanusiaan dan kritik terhadap kekerasan yang terjadi. Ia juga kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap Presiden Trump dan kebijakan ICE.

Dalam sebuah penampilan panggung di New Jersey baru-baru ini, Bruce Springsteen secara terbuka menyerukan agar ICE angkat kaki dari Minneapolis. Ia menilai kehadiran aparat federal bersenjata lengkap di kota tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai demokrasi dan hak warga negara.

Sikap kritis Bruce Springsteen terhadap pemerintahan Donald Trump bukanlah hal baru. Dalam konsernya di Manchester tahun lalu, pelantun Born in the U.S.A. itu juga menyebut pemerintahan Trump sebagai korup, tidak kompeten, dan mengkhianati nilai-nilai demokrasi Amerika Serikat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww