Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Sport Tourism Lewat Lomba Marathon

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Sport Tourism Lewat Lomba Marathon
Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan terkait Pocari Sweat Run 2026. (Foto: Kemenpora)
Kamis, 22 Januari 2026 18:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik gelaran Lomba Marathon bertajuk Pocari Sweat Run 2026 yang tahun ini diselenggarakan di dua tempat yaitu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kota Bandung, Jawa Barat.

Peran penting ajang ini untuk mengembangkan sport tourism di Tanah Air disampaikan Menpora Erick saat hadiri Konferensi Pers Pocari Sweat Run 2026 di Gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026) siang.

Berkaca pada ajang lari ternama New York Marathon dengan hampir 55 ribu peserta yang memiliki dampak ekonomi mencapai Rp11 triliun, serta Tokyo Marathon dengan 45 ribu peserta yang mencatatkan dampak ekonomi hingga Rp7 triliun, maka Menpora Erick pun berkeyakinan Pocari Sweat Run bisa menjadi agenda lari terkenal yang mendunia sehingga dijadikan tujuan lari favorit oleh para penikmat lari dari berbagai negara.

“Pengeluaran para peserta setelah mengikuti lomba maraton ini, seperti berwisata atau kuliner, memberikan dampak ekonomi yang terasa. Nah kita sebagai negara yang mempunyai jumlah penduduk besar dan alam yang luar biasa cantiknya, punya potensi untuk itu,” terang Menpora Erick.

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, dan Direktur Utama Injourney Maya Watono, Menpora juga mengapresiasi peran sektor swasta untuk bersinergi memajukan sport tourism.

“Karena itu saya apresiasi ketika ada sektor swasta seperti Pocari Sweat yang bisa mengintervensi potensi ini menjadi sebuah kegiatan yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga bagaimana ekonominya bisa ikut naik. Tidak hanya berdiri sendiri, kalau bisa maraton di Bandung dan Lombok ini bisa menjadi sirkuit maraton. Kalau bisa paling tidak kita memiliki lima maraton di Indonesia, supaya ketika mereka datang, bisa juga menjadi gimik seperti poin kolektif, seperti mengikuti maraton-maraton di dunia,” urai Menpora Erick.

Selain mendorong perekonomian, majunya sport tourism juga bisa meningkatkan indeks olahraga Indonesia yang sejauh ini masih berkutat di angka 15 persen.

“Kita kembangkan sport industry dan sport tourism. Kita upayakan bagaimana indeks olahraga kita naik. Di kita, dengan banyaknya penduduk usia muda, indeks olahraganya 15 persen, bandingkan dengan Jepang di mana banyak warganya yang sudah berusia lanjut tapi indeks olahraganya di atas 60 persen. Saya yakin dengan hadirnya event olahraga yang menarik masyarakat seperti ini, maka mendorong masyarakat untuk mau berolahraga,” jelas Menpora.

Pocari Sweat Run tahun ke-12 ini akan digelar di dua tempat yaitu Sirkuit Mandalika Lombok pada 11-12 Juli 2026 dan Kota Bandung pada 19-20 September 2026, termasuk juga digelar secara virtual. Nomor yang akan dipertandingkan meliputi 4,3K, 10K, half marathon, dan marathon, dengan jumlah peserta diprediksi mencapai 60 ribu pelari. ***

wwwwww