Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029

Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Partai Baru Pengamat poltik Arifki Chaniago. (Ist)
Selasa, 20 Januari 2026 11:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Deklarasi dua partai politik baru yang langsung mengunci dukungan calon presiden dinilai sebagai sinyal perubahan pola kontestasi politik nasional. Partai Gema Bangsa secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, sementara Partai Gerakan Rakyat memposisikan diri sebagai partai pendukung Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden 2029.

Pengamat politik, Arifki Chaniago menilai langkah ini menunjukkan bahwa politik Indonesia memasuki era baru yang bisa disebut sebagai “early booking” Pilpres, di mana partai bahkan belum melewati verifikasi dan pemilu legislatif, tetapi sudah menjual arah dukungan presidensial.

“Ini bukan sekadar deklarasi dukungan, melainkan strategi branding. Partai baru hari ini tidak lagi menjual ideologi atau program, tetapi menjual kepastian: mereka berdiri di kubu siapa,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini.

Menurutnya, fenomena ini menandai pergeseran fungsi partai politik. Jika sebelumnya partai menjadi arena kaderisasi dan perumusan gagasan, kini sebagian partai baru lahir justru sebagai instrumen elektoral untuk figur tertentu. Capres bukan hasil proses partai, melainkan titik awal kelahiran partai itu sendiri.

Deklarasi dini tersebut juga dibaca sebagai respons atas semakin padatnya pasar politik. Dengan banyaknya partai dan figur yang bersaing, partai baru memilih jalan pintas untuk langsung mengikat emosi pemilih lewat tokoh yang sudah dikenal publik.

“Dalam konteks ini, Pilpres 2029 diperlakukan seperti konser besar yang tiketnya dijual jauh-jauh hari. Siapa cepat memesan panggung, dia yang lebih dulu terlihat,” katanya.

Namun, strategi ini dinilai memiliki konsekuensi jangka panjang. Ketika identitas partai terlalu melekat pada satu figur, daya tawar partai bisa melemah jika dinamika politik berubah. Selain itu, ruang dialog kebijakan berisiko tergeser oleh narasi personalisasi politik yang berkepanjangan.

Arifki menambahkan, deklarasi cepat juga memperpanjang suhu kompetisi politik nasional. Polarisasi tidak lagi muncul menjelang pemilu, tetapi berpotensi menjadi latar permanen dalam kehidupan politik sehari-hari.

“Pilpres 2029 belum resmi dimulai, tetapi cara berpikir elite politik sudah berada di tahun itu. Ini pertanda bahwa siklus politik kita makin pendek, sementara masa kampanye makin panjang,” ujarnya.

Ia menutup dengan catatan bahwa publik perlu memahami dinamika ini sebagai perubahan irama demokrasi.

“Pilpres 2029 belum dekat secara kalender, tetapi secara politik sudah mulai berjalan. Siapa cepat menyiapkan diri dan mengunci kendaraan, dialah yang lebih siap memasuki arena,” pungkasnya. ***

wwwwww