Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
24 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
10 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tiga Tahun Beroperasi Diam-Diam, Klinik Aborsi Apartemen Jaktim Terbongkar

Tiga Tahun Beroperasi Diam-Diam, Klinik Aborsi Apartemen Jaktim Terbongkar
Rabu, 17 Desember 2025 19:13 WIB

JAKARTA – Praktik klinik aborsi ilegal yang beroperasi di apartemen Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, terbongkar setelah polisi menelusuri promosi layanan aborsi melalui website. Dengan kemasan profesional, para pelaku menampilkan layanan seolah-olah resmi dan ditangani dokter spesialis kandungan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, mengungkap para pelaku memanfaatkan dua website untuk menarik pasien. “Mereka membuat website yang menampilkan seakan-akan praktik ini legal dan dikelola dokter obgyn. Setelah terhubung, komunikasi dilanjutkan melalui admin,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/12/2025).

Calon pasien yang tertarik diarahkan berkomunikasi melalui WhatsApp. Admin kemudian meminta hasil USG, identitas diri, serta data pendukung lain sebelum menentukan jadwal, lokasi apartemen, hingga titik penjemputan pasien.

“Setelah data dipelajari, barulah diberikan janji tempat dan waktu tindakan,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menahan lima tersangka utama. Mereka terdiri dari wanita NS sebagai pelaku aborsi, wanita RH yang membantu tindakan, dan wanita M yang bertugas menjemput serta mengantar pasien. Selain itu, pria LN sebagai penyewa apartemen dan pria YH sebagai pengelola website juga ditetapkan sebagai tersangka. Dua pasien berinisial KWM dan R turut diproses hukum.

Fakta lain terungkap saat penyidikan berjalan. NS yang mengaku sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi ternyata tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan hanya lulusan SMA. “Yang bersangkutan tidak memiliki pendidikan medis,” ungkap Edy.

NS mengaku pernah menjadi asisten dalam praktik aborsi ilegal sebelumnya. Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Berdasarkan analisis data digital dari ponsel admin, klinik aborsi ilegal ini telah beroperasi sejak 2022. Sebanyak 361 pasien tercatat pernah menjalani aborsi melalui layanan tersebut. Untuk menghindari kecurigaan, para pelaku berpindah-pindah lokasi, mulai dari Bekasi hingga Jakarta Timur, dengan menyewa apartemen secara harian atau mingguan.

“Mereka tidak menyewa dalam jangka panjang. Biasanya satu sampai dua hari, tergantung jumlah pasien,” paparnya.

Seluruh tersangka dijerat Pasal 428 ayat 1 juncto Pasal 60 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Polisi memastikan proses pendalaman masih berlanjut, termasuk pemeriksaan terhadap para pasien yang tercatat dalam database pelaku. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww