Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang
SEA Games ke-33 Thailand 2025

Terkendala Masalah ACL, Zohri Hanya Meraih Medali Perak

Terkendala Masalah ACL, Zohri Hanya Meraih Medali Perak
Lalu Muhammad Zohri. (NOC Indonesia)
Jum'at, 12 Desember 2025 01:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANGKOK – Sprinter kebanggaan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri hanya mampu menyumbangkan medali perak bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025.

Tampil di Supachalasai National Stadium, Bangkok, Thailand, Kamis (11/12/2025), Zohri, panggilan karibnya, yang turun di nomor spesialisasinya 100 M putra mencatat waktu 10,25 detik.

Zohri finis di belakang pelari tuan rumah Thailand Boonson Puripol yang finis terdepan dengan catatan 10,00 detik dan berhak atas medali emas. Sedangkan perunggu direbut pelari Malaysia Muhammad Roslee Danish Iftikhar dengan waktu 10,26 detik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia yang telah mendukung saya. Beberapa bulan ini memang saya jarang kelihatan karena training camp di Jepang. Dan sebelum training camp juga ada sedikit kendala di lutut kiri saya, itu ACL. Kenapa saya nggak turun di nomor 200 meter, karena dilarang, karena ada tikungan, jadi saya fokus 100m saja,” kata Zohri.

Zohri menjelaskan bahwa dukungan publik, proses pemulihan, serta keterbatasan latihan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penampilannya di final 100 meter. Ia juga menyebut telah berjuang semaksimal mungkin sejak awal untuk bisa memberikan prestasi terbaiknya.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi terima kasih buat masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan mensupport saya. Sebenarnya saya sudah memimpin dari awal sampai 30–20 meter terakhir, tapi di akhir saya habis. Itu yang jadi kendala. Nggak berasa sebenarnya, cuma kurang latihan aja karena memang saya nggak bisa latihan lebih dari 100 meter,” jelasnya.

Selanjutnya, Zohri masih membuka peluang menambah perolehan medali buat Tim Indonesia. Pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu akan tampil di nomor estafet, meski tim pelatih masih mempertimbangkan penampilannya dengan kondisi cedera ACL yang menimpanya.

Di sisi lain, Timnas Atletik Indonesia juga menambah medali perak dari Putra Wahyudi yang turun di nomor lari jarak jauh 1500 meter. Wahyudi meraih medali perak pertamanya di arena SEA Games usai mencatatkan waktu 3:49,09 detik. Medali emas diraih tuan rumah Thailand dengan catatan 3:47,50 detik dan perunggu diambil Vietnam lewat 3:50,13 detik.

“Alhamdulillah bisa kasih perak untuk Indonesia. Medali ini saya persembahkan untuk istri dan calon anak saya. Alhamdulillah istri saya sedang hamil 6 bulan. Ini untuk mereka,” sebutnya.  ***

wwwwww