Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Binawidya

Bencana Sumatra Memuncak, Prabowo Soroti Kerusakan Hutan: “Kita Harus Jaga Alam Kita”

Bencana Sumatra Memuncak, Prabowo Soroti Kerusakan Hutan: “Kita Harus Jaga Alam Kita”
Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025). (Foto: antara)
Jum'at, 12 Desember 2025 16:07 WIB

BANDA ACEH – Peringatan tegas Presiden Prabowo Subianto menggema di tengah para pengungsi di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Di kawasan yang luluh lantak akibat banjir bandang dan longsor, Presiden menekankan bahwa bencana di Sumatra bukan hanya persoalan cuaca ekstrem, tetapi cermin dari kerusakan lingkungan yang terus terjadi.

“Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita. Alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan,” ujar Presiden disambut perhatian para pengungsi.

Prabowo meminta pemerintah daerah lebih ketat mengawasi aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, terutama di kawasan rawan bencana. Instruksi itu muncul seiring kian menguatnya analisis para ahli bahwa banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperparah oleh alih fungsi hutan masif selama dua dekade terakhir.

“Saya minta pemerintah daerah lebih waspada, lebih awasi. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya Presiden mendatangi Aceh sejak gelombang bencana menerjang Sumatra pada akhir November lalu. Di setiap lokasi, ia berupaya memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat, dari penyediaan pangan hingga pembukaan akses jalan yang terputus.

Pemerintah sendiri telah mengambil langkah korektif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyegel sejumlah perusahaan sawit dan tambang, serta menghentikan sementara operasional pengangkutan kayu bulat di wilayah terdampak. Langkah itu dimaksudkan untuk mencegah kerusakan lanjutan dan menekan risiko bencana susulan.

Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Takengon, dan Posko Bener Meriah, Presiden didampingi jajaran menteri dan pimpinan lembaga terkait, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga Panglima TNI dan Kapolri.

Usai menutup agenda di Bener Meriah, Presiden bertolak menuju Bandara Kualanamu untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Lingkungan, Binawidya
wwwwww