Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
22 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
4
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
5
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
13 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tewas Tanpa Luka Bakar, Korban Kebakaran Terra Drone Diduga Terperangkap Gas CO2

Tewas Tanpa Luka Bakar, Korban Kebakaran Terra Drone Diduga Terperangkap Gas CO2
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pencarian korban kebakaran di perkantoran Terra Drone di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). (foto: antara)
Rabu, 10 Desember 2025 10:42 WIB

JAKARTA – Dugaan baru muncul terkait penyebab kematian 22 pekerja dalam kebakaran Ruko Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim forensik RS Polri Kramat Jati menyimpulkan bahwa puluhan korban besar kemungkinan meninggal akibat menghirup gas karbondioksida (CO₂) saat terjebak di dalam bangunan.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan indikasi tersebut terlihat dari pemeriksaan awal tim medis.
"Kemungkinan karena menghirup gas karbondioksida, CO₂. Pemeriksaan luar menunjukkan indikasi itu," jelasnya, Rabu (10/12/2025).

Hasil pemeriksaan memperlihatkan tidak ada luka bakar dominan pada tubuh korban. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa pekerja kehilangan nyawa bukan karena tersambar api, melainkan terpapar asap pekat dan gas beracun yang memenuhi ruangan. Struktur ruko yang dipenuhi sekat serta minimnya jalur evakuasi diduga membuat mereka sulit keluar untuk menyelamatkan diri.

Hingga Selasa (9/12/2025), sebanyak 22 kantong jenazah dibawa ke RS Polri. Tim DVI selanjutnya melakukan identifikasi melalui pemeriksaan primer dan sekunder untuk memastikan identitas masing-masing korban.

Peristiwa kebakaran terjadi Selasa (9/12/2025). Api diduga berasal dari baterai di lantai satu yang terbakar. Para karyawan sempat berusaha memadamkan kobaran tersebut, namun situasi cepat memburuk karena area itu merupakan gudang penyimpanan. Api dan asap kemudian menjalar ke lantai dua hingga lantai enam, menjebak para pekerja yang berada di atas.

Daftar 22 korban meninggal dunia:

  1. Saiful
  2. Nisa
  3. Mirza
  4. Chintia
  5. Pariyem
  6. Apriana
  7. Ninda
  8. Reyhan
  9. Ariel
  10. Yoga
  11. Rosdiana
  12. Novia (Ibu hamil)
  13. Emilia
  14. Chandra
  15. Della
  16. Assyifa
  17. Nazel
  18. Usna
  19. Sendy
  20. Siti
  21. Tasya
  22. Ervina
***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww