Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
18 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
18 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
4 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Dari Makassar hingga Merangin, Jejak Hilangnya Balita Mengarah ke Jaringan TPPO

Dari Makassar hingga Merangin, Jejak Hilangnya Balita Mengarah ke Jaringan TPPO
Ilustrasi (net)
Senin, 08 Desember 2025 20:55 WIB

JAMBI – Upaya pencarian anak hilang di beberapa daerah kembali menemukan titik terang setelah polisi mengamankan tiga balita dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Merangin. Penemuan ini membuka dugaan adanya jaringan perdagangan anak yang beroperasi lintas wilayah, hingga akhirnya membawa para balita itu jauh dari keluarga mereka.

Ketiganya dievakuasi ke Jakarta setelah petugas menemukan indikasi kuat bahwa mereka terhubung dengan laporan penculikan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya. “Iya ada tiga anak dibawa ke Jakarta,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Jimmy Christian Samma, Senin (8/12/2025).

Bersama penyelamatan itu, polisi juga menangkap dua warga SAD berinisial L dan R. Keduanya diduga bukan sekadar penerima anak, tetapi bagian dari mata rantai yang mempertemukan penjual dan pembeli. Jimmy menyebut peran keduanya sebagai penghubung yang memungkinkan perpindahan anak secara ilegal. “Menerima dari penjual anak dan menjual anak ke SAD,” ungkapnya.

Temuan baru ini memiliki pola yang mirip dengan kasus hilangnya Bilqis (4) di Makassar. Nama L dan R disebut kembali muncul dalam penyelidikan, memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut beroperasi secara berulang dengan mekanisme yang sama.

Dengan penemuan tiga balita tersebut, kepolisian kini memperluas penyidikan untuk menelusuri kemungkinan korban lain dan memastikan jaringan perdagangan anak yang berbahaya ini benar-benar terputus. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww