Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
11 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
11 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Setelah Hutan Rusak dan Banjir Mengintai, Bareskrim Dituntut Bergerak Cepat Ungkap Penebangan Liar

Setelah Hutan Rusak dan Banjir Mengintai, Bareskrim Dituntut Bergerak Cepat Ungkap Penebangan Liar
Warga berjalan di atas sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (foto: antara foto/yudi manar/bar).
Jum'at, 05 Desember 2025 15:28 WIB

PADANG – Desakan agar penegakan hukum berjalan tegas terhadap dugaan penebangan liar di Sumatera kian kuat setelah banjir bandang melanda Padang dan memicu keresahan masyarakat. Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menilai langkah Bareskrim Polri membentuk tim penyelidik harus dibarengi kerja nyata di lapangan.

“Saya sepakat tim Bareskrim melakukan penyelidikan tentang hal itu,” katanya, Jumat (5/12/2025). Ia menilai dampak kerusakan hutan yang berujung bencana sudah berada pada tahap mengancam keselamatan warga.

Nasir menyebut keberadaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tidak tumpang tindih dengan Bareskrim. Menurutnya, kedua institusi memiliki peran yang berbeda namun saling menguatkan.
“PKH itu penertiban. Kalau Bareskrim itu penegakan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa proses penyelidikan tidak boleh berhenti menjadi kegiatan administratif. Kasus ini sudah masuk radar Presiden, sehingga membutuhkan langkah cepat dan menyeluruh.
“Ini kan sudah atensi Pak Presiden,” tegasnya.

Nasir mendorong Bareskrim dan Satgas PKH memperkuat kolaborasi demi menyelamatkan kawasan hutan yang terus terancam eksploitasi.
“Keduanya bersinergi untuk menyelamatkan sumber daya alam kita agar tidak dirampok oleh konglomerat hitam,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Dedi Prasetyo memastikan tim penyelidik khusus penebangan liar di Sumatera Barat sudah bekerja. Hal itu disampaikannya saat meninjau Posko Ante Mortem Polda Sumbar di Rumah Sakit Bhayangkara, Padang, Kamis (4/12/2025).
“Bareskrim sudah membentuk tim, nanti akan berkolaborasi dengan Polda Sumbar,” ungkapnya, didampingi Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin.

Ia mengatakan tim gabungan akan melakukan pendalaman terhadap dugaan aktivitas penebangan liar yang menjadi sorotan publik setelah banjir bandang membawa lumpur serta batang pohon dari kawasan hutan beberapa waktu lalu. Dedi menegaskan kepolisian sudah mengambil langkah hukum untuk menindaklanjuti temuan tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww