Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kampus

Dua Menteri Diminta 'Tobat Nasuha di Bencana Sumatera, Anggota DPR: Cak Imin Harus Paham soal Kerusakan Hutan

Dua Menteri Diminta Tobat Nasuha di Bencana Sumatera, Anggota DPR: Cak Imin Harus Paham soal Kerusakan Hutan
Anggota DPR RI, Firman Soebagyo. (Foto:dpr.go.id)
Selasa, 02 Desember 2025 13:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus senior Partai Golkar Firman Soebagyo menyayangkan pernyataan Menko PM Muhaimim Iskandar (Cak Imin) yang mengajak untuk "Tobat Nasuha" dalam konteks bencana alam di Sumatera.

Ia menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan tidak bijak, terutama karena disampaikan di depan publik dalam suasana duka.

Firman berpendapat, sebagai seorang tokoh agama dan Cak Imin seharusnya lebih memahami arti daripada kedukaan masyarakat yang tertimpa musibah.

"Tobat Nasuha" dan lebih fokus pada upaya membantu masyarakat yang terkena bencana. Ia juga menekankan bahwa kerusakan hutan bukanlah masalah yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi merupakan hasil dari kebijakan yang telah berlangsung lama," kata Firman kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Lebih lanjut Legislator dapil Jateng III yang cukup lama mengawal sektor kehutanan lebih paham daripada Cak Imin.

Menurutnya, sesama menteri (pembantu daripada Presiden) harusnya dalam situasi duka seperti ini lebih konsentrasi membantu presiden menyelesaikan masalah korban bencana yang sedang menimpa masyarakat diberbagai daerah itu jauh lebih arif dan bijak bukan saling menyalahkan sesama kolega di kabinet.

"Sebagai seorang Menko, Cak Imin memahami tentang kerusakan hutan bukan terjadi sebulan 2 bulan bahkan bukan setahun 2 tahun yang lalu, Tetapi kerusakan hutan ini sudah sejak 15 -20 tahun lalu akibat kebijakan menteri-menteri sebelumnya," sambung Anggota Komisi IV DPR ini.

"Walaupun mungkin ucapan 'Toba Nasuha' tersebut mungkin candaan, namun tidak tepat diucapkan didepan publik dan media dalam suasana duka," sesal anggota Baleg DPR ini.

Oleh karena itu, Firman menyarankan agar para menteri khususnya Cak Imin sebagai Menko lebih konsentrasi membantu Presiden Prabowo menyelesaikan masalah korban bencana daripada saling menyalahkan.

Ia berharap agar para pejabat lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan, terutama dalam situasi duka.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merespons situasi bencana yang tengah melanda Sumatera.

Cak Imin mengatakan ia mengirim surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah," ujar Cak Imin.

Ia pun menyinggung terkait “taubat nasuha,” atas rangkaian bencana yang terus berulang. "Bahasa NU-nya taubatan nasuha," sambungnya.

Lebih lanjut Cak Imin juga menyinggung soal kiamat akibat kelalaian manusia sendiri.

"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," ucap Cak Imin.

"Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan dan kesabaran selalu menyertai kita semua," katanya. ***

wwwwww