Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

“Jangan Berangkat dalam Gelap”, Pemerintah Ingatkan Calon Pekerja Migran Agar Tak Terjebak Tawaran Ilegal

“Jangan Berangkat dalam Gelap”, Pemerintah Ingatkan Calon Pekerja Migran Agar Tak Terjebak Tawaran Ilegal
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak asal menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri. (ilustrasi)
Senin, 01 Desember 2025 14:45 WIB

JAKARTA – Ribuan warga Indonesia setiap tahun bercita-cita merantau ke negeri orang demi masa depan yang lebih baik. Namun di balik mimpi itu, selalu ada cerita yang menyayat: keluarga yang menunggu kabar tetapi tak pernah menerima telepon lagi, pekerja yang ditipu perekrut ilegal, hingga mereka yang kembali bukan dengan senyum, melainkan trauma. Situasi ini membuat pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menerima tawaran kerja ke luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan langkah pertama sebelum bekerja di luar negeri adalah memastikan keselamatan diri. Ia mengingatkan banyak tawaran yang tampak meyakinkan, tetapi sesungguhnya menjerumuskan.

“Jangan sampai terjebak iming-iming yang salah, pilihan-pilihan yang menjebak,” ujarnya di Bandung, Senin (1/12/2025). 

Ia mencontohkan maraknya tawaran yang disebar melalui platform media sosial, terutama oleh akun tanpa izin resmi. Tawaran seperti itu sering memikat, tetapi tidak memiliki perlindungan, kontrak jelas, atau kepastian hukum.

“Gunakan seluruh kanal informasi formal,” katanya. 

Senada dengannya, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyampaikan bahwa masalah pekerja migran hampir selalu berawal dari proses rekrutmen yang tidak benar.

“Delapan puluh persen masalah terjadi sebelum keberangkatan,” ujarnya. 

Ia menegaskan BP3MI harus memastikan semua calon pekerja melalui proses seleksi yang ketat, transparan, dan bebas dari praktik kolusi. Titik inilah yang menentukan apakah seseorang berangkat dengan aman atau justru masuk ke lingkaran perdagangan manusia.

Mengikuti arahan Presiden Prabowo, Mukhtarudin memastikan pelindungan diberikan sejak dari desa-desa asal pekerja hingga mereka kembali ke tanah air. Pelatihan vokasi, edukasi keuangan, jaminan sosial, hingga pembinaan pascakepulangan menjadi bagian dari sistem pelindungan baru.

“Negara hadir untuk melindungi dari awal hingga akhir,” katanya.

Di balik penegasan itu, ada pesan yang jauh lebih manusiawi: jangan sampai mimpi mengubah nasib berubah menjadi penyesalan yang tidak bisa diperbaiki. Terlalu banyak cerita tentang warga yang pergi tanpa persiapan, menggadaikan harta untuk membayar agen ilegal, lalu terdampar tanpa kontrak, tanpa hak, bahkan tanpa identitas.

Peringatan pemerintah bukan sekadar himbauan, tetapi pagar keselamatan. Agar migrasi tidak menjadi tragedi, dan setiap langkah ke negeri orang benar-benar dimulai dengan keyakinan, bukan ketakutan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww