Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Evaluasi Komprehensif Hilirisasi Nikel dan IMIP Mutlak Diperlukan

Evaluasi Komprehensif Hilirisasi Nikel dan IMIP Mutlak Diperlukan
Ketua MPP PKS Mulyanto. (Ist)
Senin, 01 Desember 2025 15:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, minta Pemerintah segera evaluasi operasional Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan tata kelola hilirisasi nikel nasional.

Mulyanto melihat sejak kali pertama di dibangun hingga saat ini, terdapat serangkaian persoalan serius terkait pertambangan ilegal, keselamatan pekerja dan terbaru terkait operasional bandara yang mengindikasikan adanya kegagalan pengawasan negara.

Mulyanto menilai penangkapan kapal pengangkut bijih nikel ilegal oleh TNI Angkatan Laut menunjukkan indikasi kuat adanya pemasokan ore ilegal ke fasilitas smelter di kawasan IMIP melalui jalur pelabuhan tidak resmi. Jika dibiarkan praktik ini merugikan negara dan memperkuat jaringan mafia tambang.

Menurut Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024, program hilirisasi tidak boleh menjadi kedok bagi kejahatan terorganisir atau mekanisme legalisasi pertambangan ilegal. Negara harus menjamin transparansi dan akuntabilitas penuh dalam rantai suplai nikel nasional.

“Selain persoalan suplai, serangkaian kecelakaan besar dan kebakaran smelter, termasuk ledakan tungku pada Desember 2023 yang menyebabkan korban jiwa, mencerminkan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja (K3) di industri berisiko tinggi ini.

Perlindungan pekerja, baik tenaga kerja lokal maupun Tenaga Kerja Asing (TKA), harus menjadi prioritas. Laporan tentang jam kerja ekstrem, kontrak tidak adil, dan kematian akibat kecelakaan kerja adalah pelanggaran serius terhadap martabat kemanusiaan.

Pemerintah harus segera melakukan audit independen dan menyeluruh terhadap rantai suplai ore, perizinan pelabuhan/transportasi, protokol keselamatan industri, dan manajemen ketenagakerjaan khususnya TKA di kawasan IMIP. Termasuk juga soal operasional Bandara IMIP,” tegas Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan Pemerintah agar pemberian izin usaha infustri, fasilitas dan kemudahan yang super-duper baik fiskal maupun nonfiskal yang negara berikan untuk IMIP, yang langka tersebut, tidak optimal. Keberhasilan hilirisasi nikel hanya dapat terwujud bila dibangun di atas keadilan, keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kedaulatan negara, bukan sekadar orientasi profit jangka pendek.

Karena itu, Mulyanto mengajak pemerintah pusat, DPR, serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat pengawasan dan memastikan industri strategis ini memberikan manfaat bagi rakyat dan masa depan Indonesia. ***

wwwwww