Di Tengah 55 Korban Jiwa, Nasib Pekerja Migran Indonesia Disorot dalam Kebakaran Tai Po Hong Kong
![]() |
| Foto ini menunjukkan tim penyelamat sedang bekerja di lokasi kebakaran sebuah bangunan hunian di Hong Kong, Tiongkok selatan (26/11/2025). |
JAKARTA – Tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Di tengah 55 korban jiwa dan ratusan penghuni yang belum ditemukan, dua warga negara Indonesia (WNI) dipastikan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Keempat korban adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang tinggal dan bekerja di sekitar kompleks tersebut. Informasi resmi disampaikan setelah koordinasi antara KJRI Hong Kong dan Hong Kong Police Force.
"2 (dua) orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan 2 (dua) orang lainnya mengalami luka-luka," jelas Plt Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, Kamis.
Kebakaran yang terjadi Rabu (26/11/2025) itu menjalar cepat melalui perancah bambu dan jaring konstruksi yang melapisi bangunan berlantai 31. Api yang meluas membuat banyak penghuni terjebak, terutama mereka yang tinggal di lantai atas. Material bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan diduga menjadi pemicu penyebaran api yang begitu cepat.
Lebih dari 900 penghuni berhasil dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Namun proses ini berlangsung dalam tekanan tinggi. Kondisi udara panas, asap pekat, dan koridor yang dipenuhi api menyulitkan petugas menjangkau banyak unit hunian.
Di tengah upaya penyelamatan yang terus berlangsung, nasib para PMI yang tinggal di blok-blok padat Hong Kong menjadi perhatian. Para pekerja migran sering tinggal di unit-unit kecil dan bekerja di lingkungan yang padat penghuni, sehingga risiko mereka terdampak bencana kerap lebih tinggi.
Kebakaran ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain dua WNI yang meninggal dunia, laporan medis mencatat 76 korban dirawat di rumah sakit, termasuk 15 orang dalam kondisi kritis dan 28 mengalami cedera serius.
Heni menegaskan bahwa pendampingan akan diberikan kepada seluruh korban WNI dan keluarga mereka. Konsulat Jenderal memastikan proses identifikasi, pemulangan jenazah, serta penanganan bagi korban luka berjalan sesuai prosedur.
Sementara itu, penyelidikan kriminal sedang dilakukan oleh otoritas Hong Kong. Tiga pria telah ditangkap terkait insiden tersebut, sementara inspeksi terhadap perumahan publik yang sedang direnovasi diperintahkan oleh Pemerintah Hong Kong untuk mencegah tragedi serupa. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Kuliner, Warga Bertuah |








