Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
11 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Kontroversi VAR di Laga Irlandia vs Portugal, Martinez: Aksi Ronaldo Disalahpahami

Kontroversi VAR di Laga Irlandia vs Portugal, Martinez: Aksi Ronaldo Disalahpahami
Ilustrasi (net).
Jum'at, 14 November 2025 14:07 WIB

JAKARTA – Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai kartu merah yang diterima Cristiano Ronaldo saat menghadapi Irlandia merupakan keputusan yang terlalu berat. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia di Stadion Aviva, Dublin, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB, Portugal tumbang 0-2 dan kehilangan kaptennya untuk pertama kali dalam 226 laga bersama tim nasional.

Insiden pengusiran bermula ketika Ronaldo dianggap menyikut punggung bek Irlandia, Dara O’Shea. Wasit sempat mengeluarkan kartu kuning, namun setelah meninjau VAR, hukuman berubah menjadi kartu merah langsung.

Martinez menyebut keputusan itu tidak sepenuhnya mencerminkan situasi sebenarnya.
"Saya pikir itu sedikit terlalu keras karena dia benar-benar peduli pada tim," ujarnya.

Ia menjelaskan selama hampir satu jam pertama Ronaldo beberapa kali mendapat dorongan dan tarikan dari pemain lawan, sehingga gerakan yang dipermasalahkan tampak lebih keras dari kenyataan.
"Selama hampir 60 menit dia berada di dalam kotak penalti, ditarik, didorong, dan dia hanya mencoba menjaga keseimbangan. Aksinya terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya," ungkapnya.

Menurutnya, sudut kamera pada tayangan ulang membuat kontak tersebut tampak seperti sikutan.
"Dari sudut kamera itu terlihat seperti siku. Tapi kami menerimanya," tambahnya.

Martinez juga menyinggung komentar pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, yang sebelumnya menyebut Ronaldo “mengendalikan wasit” pada pertemuan pertama di Lisbon.
"Hal itu membuat saya tidak nyaman," katanya. "Lalu dalam pertandingan ini, seorang bek besar jatuh dramatis saat Cristiano berbalik."

Meski kalah, Portugal masih memimpin Grup F berkat selisih gol atas Hungaria. Irlandia berada satu poin di belakang. Pada laga terakhir, Portugal akan menjamu Armenia, sementara Irlandia bertandang ke Hungaria, Senin (17/11/2025). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Gelanggang, Mimbar Bertuah
wwwwww