Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Hakim Tipikor Medan Khamozaro Waruwu Kehilangan Rumah Saat Tangani Perkara Besar Korupsi Jalan

Hakim Tipikor Medan Khamozaro Waruwu Kehilangan Rumah Saat Tangani Perkara Besar Korupsi Jalan
Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu masih memimpin sidang setelah rumah terbakar pada Selasa (4/11) lalu. (Foto: cnn indonesia/farida noris)
Rabu, 05 November 2025 19:47 WIB

MEDAN – Hidup Hakim Pengadilan Tipikor Medan, Khamozaro Waruwu, berubah seketika. Di tengah kesibukannya memimpin sidang kasus korupsi besar di Sumatera Utara, kabar mengejutkan datang: rumahnya di Kompleks Taman Harapan Indah, Medan, terbakar hebat, Selasa (4/11/2025) siang.

Hanya berselang 20 menit setelah sang istri keluar rumah, api melalap sebagian besar bangunan. Dalam sekejap, kamar tidur utama, dapur, dan ruang tengah hangus terbakar. Tak satu pun pakaian dan dokumen penting tersisa.

“Yang terbakar itu kamar tidur utama. Semua habis, bahkan pakaian kantor saya tidak ada lagi. Sorenya saya terpaksa beli baju baru untuk dipakai sidang hari ini, istri juga begitu,” ujar Khamozaro, Rabu (5/11/2025). 

Saat kebakaran terjadi, Khamozaro sedang menjalankan tugas di ruang sidang Pengadilan Negeri Medan. Ia baru mengetahui musibah itu setelah menerima pesan dari tetangga.

“Awalnya ditelepon, tapi saya tidak angkat karena sedang sidang. Saya balas lewat WhatsApp, bilang masih sidang. Tetangga membalas, katanya ‘rumah bapak terbakar’,” kenangnya dengan nada berat.

Tanpa pikir panjang, ia segera meninggalkan ruang sidang dan melaju pulang dengan sepeda motor. “Begitu sampai, orang sudah ramai, pintu rumah sudah dijebol warga untuk memadamkan api,” katanya.

Khamozaro hanya bisa pasrah melihat rumah yang telah ditinggalinya bertahun-tahun tinggal puing. Selain pakaian, dokumen kepegawaian, surat-surat penting keluarga, dan perhiasan milik istrinya ikut hangus. “Perhiasan itu dikumpulkan istri saya puluhan tahun, semua lenyap. Termasuk dokumen anak-anak,” ujarnya.

Pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendalami penyebab kebakaran. “Saya sudah buat laporan ke Polres. Mudah-mudahan bisa segera diketahui apa penyebabnya,” tambahnya. 

Musibah ini datang di tengah sorotan publik terhadap peran Khamozaro dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara yang menyeret nama-nama besar. Ia merupakan hakim ketua dalam perkara yang menjerat Akhirun Piliang alias Kirun dan anaknya Muhammad Rayhan Dulasmi Piliang, dua direktur perusahaan yang diduga terlibat pengaturan proyek jalan senilai miliaran rupiah. 

Kasus ini juga menyinggung mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, yang dikenal dekat dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Dalam sidang, Khamozaro sempat memerintahkan jaksa KPK menghadirkan Bobby sebagai saksi, setelah muncul dugaan adanya pergeseran anggaran antar-dinas yang mengarah ke proyek bermasalah tersebut. 

Kini, di tengah perjuangannya menegakkan keadilan, sang hakim justru menghadapi ujian pribadi. “Tidak mudah kehilangan semuanya begitu saja. Tapi tugas sebagai hakim tetap harus jalan,” ujarnya singkat, menutup percakapan.

Musibah ini menjadi pengingat bahwa di balik toga dan palu keadilan, ada manusia yang juga berjuang menghadapi ujian hidup. Api yang melahap rumahnya mungkin telah padam, tetapi tekad Khamozaro untuk menjalankan tugas hukum tampaknya belum ikut padam. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww