Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
24 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
2
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
13 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
13 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

PON Beladiri Sebagai Wadah Kompetisi Menuju Prestasi Internasional

PON Beladiri Sebagai Wadah Kompetisi Menuju Prestasi Internasional
Sekjen KONI Pusat Tb Lukman Djajadikusuma saat menyerahkan medali di PON Beladiri Kudus 2025. (Foto:KONI Pusat)
Senin, 27 Oktober 2025 14:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melahirkan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025. Event perdana khusus beladiri yang mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri telah sukses digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah mulai 11 hingga 26 Oktober 2025.

Apa yang melatarbelakangi KONI Pusat melahirkan PON Beladiri? Sekjen KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS yang ditemui di tempat pertandingan cabor wushu, Minggu (26/10/2025), mengatakan, sebagai bentuk dukungan terkait rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang hanya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) Olimpiade pada PON reguler yang digelar empat tahun sekali tersebut.

Tidak hanya itu saja, menurut Kang Ade Lukman, panggilan karibnya, PON Beladiri sebagai wadah kompetisi 19 cabang olahraga beladiri yang menjadi anggota KONI Pusat. “Dari 19 cabor beladiri itu kan tidak semuanya masuk cabor Olimpiade. PON Beladiri itu menjadi wadah untuk kompetisi bilamana PON reguler nanti hanya mempertandingkan cabor Olimpiade,” ujarnya.

Secara terus terang, Kang Ade Lukman mengungkapkan, kontribusi cabor beladiri cukup besar menyumbangkan medali pada multi event SEA Games. “Ini fakta. Bisa kita lihat pada setiap pelaksanaan SEA Games. Makanya, kita siapkan wadahnya sehingga prestasinya bisa lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Tidak hanya sekadar SEA Games saja, kata Kang Ade Lukman yang menjadi pencetus bersama Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat Gugun Yudinar dan jajarannya, PON Beladiri ini juga bisa menjadi ajang seleksi bagi atlet beladiri yang bakal tampil pada single event, multievent internasional dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) yang selama ini rutin diikuti Indonesia.

“Pada prinsipnya PON Beladiri itu dilahirkan KONI Pusat bukan hanya membangkitkan prestasi olahraga beladiri Indonesia tetapi juga demi kejayaan Indonesia pada single event internasional maupun multi event SEA Games, Asian Games, Olimpiade, dan juga AIMAG,” tegasnya.

Kang Ade juga setuju dengan usulan pelaksanaan PON Beladiri yang disponsori Bakti Olahraga Djarum Foundation itu digelar tiga bulan sebelum atau setelah event nasional maupun internasional. “Ya, idealnya memang demikian. Makanya, KONI Pusat akan segera membahasnya dengan pengurus induk organisasi 19 cabor beladiri,” imbuhnya.

Selain PON Beladiri, kata Kang Ade Lukman, KONI Pusat juga akan menggelar PON Indoor yang akan mendukung AIMAG, PON Pantai untuk Asian Beach Games (ABG), dan PON Remaja untuk Asian Youth Games (AYG) dan Youth Olympic Games. “Mudah-mudahan PON Indoor, PON Pantai bisa digelar tahun 2026 dan PON Remaja pada tahun 2027 nanti,” tutupnya. ***

wwwwww